Breaking News:

Terdakwa Tipikor Timah Divonis Bebas

Ini Tanggapan Pengacara Agat Terkait Vonis Bebas Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Pangkalpinang memvonis bebas tiga terdakwa Ali Syamsuri (mantan KULB PT Timah Tbk), Agustino alias Agat

Penulis: deddy_marjaya | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Tiga terdakwa Tipokor Agat, Ajang dan Ali Samsuri besama tim pengacara Adystia Sugara usai divonis bebas oleh Majelis Hakim PN Tipikor Pangkalpinang Selasa (25/5/2021) malam. Ketiga terdakwa mengikuti sidang secara online di Sat Reskrim Polres Bangka karena menjadi tahanan titipan jaksa di Polres Bangka. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Pangkalpinang memvonis bebas tiga terdakwa Ali Syamsuri (mantan KULB PT Timah Tbk), Agustino alias Agat pengusaha timah dan Tayudi alias Ajang Direktur CV MBS Selasa (26/05/2021) malam.

Majelis Hakim PN Tipikor dipimpin Ketua Majelis Hakim Efendi SH didampinggi hakim anggota Siti Hajar SH dan Hakim Adhoc Erizal SH, MH menvonis bebas tiga terdakwa dugaan Tipokor pembelian timah sisa hasil produksi (SHP).

Agat Cs dinyatakan tidak bersalah terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) 73 ton bijih timah bercampur dengan slag atau terak yang dinilai telah merugikan negara mencapai Rp 48.026.647.500.

Sebelumnya mereka dituntut JPU dengan tuntutan 10 tahun dan 6 tahun penjara dan mengganti uang pengganti Rp 8 Milyar lebih.

Atas dugaan tipikor adanya pengiriman pasir timah yg diduga terdapat kandungan terak kepada PT Timah Tbk melalui IUP Laut PT Timah Tbk.

Dikonfirmasi Rabu (26/05/2021) Adystia Sunggara selaku PH Agat dan Ajang mengaku sangat mengapresiasi putusan majelis hakim, sebab sangat jelas dalam pertimbangan hakim bahwa PT Timah Tbk bukan BUMN melainkan anak perusahaan BUMN.

Sehingga terkait kegiatan bisnis untung atau rugi itu resiko bisnis bukan kerugian negara dan bukan perbuatan tipikor.

Terlebih lagi perbuatan yg didakwakan dan disangka kan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

"Alhamdllah setelah hampir 1 tahun kami menangani kasus dugaan tipikor ini membuahkan hasil yang bagi kami adalah inilah kebenaran matril dan keadilan," kata Adystia.

Dia mengatakan semua fakta dan alat bukti dipersidangan menjdi landasan hukum untuk memberikan keadilan.

Kliennya  menerima keadilan yang memang haknya sehingga dengan putusan bebas ini maka hak hak, harkat dan martabat kliennya sebagai terdakwa harus dipulihkan dalam keadaan semula,

"Selama ini nama baiknya dengan ditersangkakan sudah menjadi nestafa hukuman baginya dengan putusan bebas ini kami apreisasi penegakan hukum yang berkeadilan. Inilah keadilan hak yg harus diberikan kepada klien kami," kata Adystia. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved