Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Kasus Stunting di Bangka Tengah Menurun, Data Tertinggi di Dua Kecamatan Ini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Tengah mencatat ada dua kecamatan di wilayah Bateng yang saat ini masih terdata alami stunting. 

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pelaksana tugas harian (Plt) Dinkes Bangka Tengah, Zaitun 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Tengah mencatat ada dua kecamatan di wilayah Bateng yang saat ini masih terdata alami stunting

Pelaksana tugas harian (Plt) Dinkes Bangka Tengah, Zaitun mengatakan dua kecamatan yang terdata tinggi kasus stunting ini di antaranya, Kecamatan Sungai Selan dan Kecamatan Lubuk Besar.

"Untuk stunting sendiri di Bangka Tengah  hanya ditemukan di dua kecamatan tersebut, yakni meliputi Desa Kerantai, Romadon, Kereta Atas, Sungaiselan dan Kulur Ilir. Sementara untuk di kecamatan lainnya belum ditemukan kasus stunting ini," ungkap Zaitun.

Meskipun masih terdata kasus stunting, ia menuturkan bahwa kasus Stunting di Bangka Tengah saat ini terjadi penurunan dibandingkan tahun 2020 lalu.

Di mana hingga 31 Maret 2021, kasus stunting di Bateng ini tercatat 3,1 persen pada Balita dan 3,67 persen pada bawah dua tahun (baduta).

"Untuk tahun ini Alhamdulillah kasus stunting ini terjadi penurunan, di mana tahun lalu angka stunting di kita (Bangka Tengah-red) berada pada kisaran 4 persen lebih dan kita berharap stunting ini bisa terus menurun," kata Zaitun kepada Bangkapos.com, Rabu (26/5/2021).

Kata Zaitun, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka stuntuing di Bangka Tengah dengan melakukan berbagai kegiatan yang bekerjasama dengan pihak Puskesmas ataupun dinas terkait lainnya.

"Kita punya kegiatan untuk mencegah stuning ini yang dilaksanakan langsung oleh teman-teman puskesmas, mulai dari posyandu di mana balita yang gizinya kurang ada intervensi (pemberian makanan tambahan- red) dan pemberian informasi ke masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi untuk Ibu Hamil dan anak bayi atau Balita secara maksimal," jelasnya.

Lebih lanjut, selain pola makanan, ia mengatakan bebrpai faktor lain, seperti pola asuh anak yang kurang baik, keteredian sumber air bersih, pendidikan, kesehatan, pernikahan dini dan lainnya  juga mempengaruhi meningkatnya angka stunting.

"Jadi faktor-faktor ini harus segera kita upayakan dan cegah, namun untuk daerah yang sudah terjaid kasus stunting ini tetap kita lakukan intervensi dan cek rutin kesehatan mereka, baik itu terkait makanan tambahan ataupun lainnya," ungkap Zaitun.

Untuk itu Zaitun berharap agar setiap pemerintah desa ataupun instansi terkait di Kabupaten Bangka Tengah ikut membantu  pencegahan kasus stunting dan ikut membantu dalam intervensi pencegahan.

"Kita berharap kasus stunting ini bisa terus ditekankan agar Bangka Tengah bebas dari kasus stunting ini dan tentunya kita ingin peran serta pihak terkait juga ikut membantu dan mendukung program yang akan kita lakukan untuk mencegaj stunting ini," harap Zaitun.

(Bangkapos com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved