Breaking News:

Dinistakan Romawi, Dihancurkan Babilonia, Masjid Al Aqsa Dapat Kehormatannya di Tangan Nabi Muhammad

Dinistakan Romawi, Dihancurkan Babilonia, Masjid Al Aqsa Dapat Kehormatannya di Tangan Nabi Muhammad

Editor: M Zulkodri
THE DAILY STAR
Warga Palestina berdoa di dekat masjid Al Aqsa di Yerusalem. 

BANGKAPOS.COM---- Masjid Al-Aqsa melalui sejarah yang panjang dari awal berdiri hingga kini, menjadi saksi dari masa ke masa penguasa Yerusalem.

Masjid Al-Aqsa didirikan oleh Nabi Ibrahim AS, yang kemudian juga dikenal sebagai Bait Alah atau Beteyel di Yerusalem.

Nabi Ibrahim sebelumnya juga membangun Ka'bah di Makkah bersama putra sulungnya, Ismail AS.

Kais al-Kalby dalam 'History of al-Aqsa Mosque' menulis, "Nabi Ibrahim menyebut Beteyel sebagai 'al-Aqsa' yang secara harfiah berarti 'tempat terjauh'. Maksudnya, lokasi Beteyel jauh dari Ka'bah di Makkah."

Selanjutnya, Nabi Yaqub AS (cucu Nabi Ibrahim) menjadikan Beteyel sebagai tempat ibadah bagi semua orang beriman di Palestina.

Beberapa tahun kemudian, Nabi Yusuf (putra Yaqub) mencapai posisi kekuasaan yang tinggi di Mesir, dia membawa semua keluarganya untuk tinggal bersamanya di Mesir jauh dari kemiskinan Palestina, seperti melansir Just Islam.

Karena sudah tidak ada lagi dari keluarganya yang tersisa di sana, Yaqub mempercayakan perawatan Masjid Al-Aqsa kepada penduduk asli daerah itu, orang Palestina.

Orang Palestina menerimanya karena mereka juga pengikut Nabi Ibrahim.

Sementara itu, Bani Israel tetap berada di Mesir selama empat ratus tahun sebagai budak bangsa Mesir.

Di masa Nabi Musa, Bani Israel masih menjadi budak orang Mesir.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved