Breaking News:

Hasil Autopsi Jasad Komposer Musik Gereja di Bengawan Solo, Tak Ada Tanda Tenggelam dan Kekerasan

Hasil autopsi tersebut menunjukkan jasad Yulius sudah membusuk saat ditemukan. Tak hanya itu, tidak ditemukan pula tanda kekerasan pada tubuh Yulius

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Instagram @yuliuspanonpratomo
Yulius Panon Pratomo saat menggelar konser virtual untaian doa bagi arwah orang beriman pada (6/11/2020) 

BANGKAPOS.COM - Kepolisian telah mengungkap hasil autopsi jasad komposer musik gereja, Yulius Panon Pratomo.

Diberitakan sebelumnya, Yulius ditemukan tewas di sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Kembangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Sragen, Jawa Tengah, Senin (24/5/2021).

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menyebut jasad Yulius diautopsi di RSUD dr Moewardi Solo pada Selasa (25/5/2021).

Hasil autopsi tersebut menunjukkan jasad Yulius sudah membusuk saat ditemukan.

Tak hanya itu, tidak ditemukan pula tanda kekerasan pada tubuh Yulius.

"Berdasarkan hasil autopsi, kondisi korban sudah membusuk dan tidak ditemukan tanda kekerasan," ujar Yuswanto, dikutip dari TribunSolo.com, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Pengaruh Gerhana Bulan Total, BMKG Ingatkan Beberapa Wilayah Berpotensi Banjir Rob 26-31 Mei

Baca juga: Buruh Gelar Aksi Kampanye Boikot Indomaret

Baca juga: Anaknya Tak Diakui, Istri Pertama Hotma Sitompul Sindir Bams: Jangan Cuma Banggain Anak Tiri

Yuswanto menambahkan, hasil autopsi menunjukkan Yulius tak tewas karena tenggelam.

Riwayat penyakit jantung pun tak bisa dideteksi karena kondisi mayat Yulius yang sudah membusuk.

"Tanda-tanda tenggelam tidak ditemukan karena pada saluran pernafasan bersih," kata Yuswanto.

"Ditemukan tanda-tanda aksefia atau adanya kekurangan oksigen, sehingga dugaan sementara korban meninggal karena kekurangan oksigen."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved