Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Antisipasi Rasio Kelas yang Tidak Ideal, Pangkalpinang Akan Buka SMPN 11

Pemerintah Kota Pangkalpinang akan membangun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebut, rencananya Pemerintah Kota Pangkalpinang akan membangun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Pangkalpinang.

Dimana saat ini kata Eddy, rasio perkelasnya SMP saat ini belum ideal dan tidak memenuhi standar nasional.

"Secara nasionalnya kita belum standar, idealnya satu kelas SMP itu 32 siswa dan sekarang kita satu kelasnya kita 36 sampai 40 siswa karena itu ruangan kelas kita masih kekurangan, nah kalau SD sudah ideal satu kelasnya sudah 32 siswa," ungkap Eddy kepada Bangkapos.com, Jumat (28/5/2021).

Menurutnya, pembangunan sekolah baru ini untuk mengidealkan rasio siswa perkelasnya itu, dengan membuka sekolah baru di Pangkalpinang.

"Makanya kita membangun SMP 11 untuk mengidealkan rasio siswa itu perkelasnya. Dengan adanya sekolah baru rasio-rasio perkelas itu kita baru bisa ideal," ujarnya.

Eddy mengatakan, pembangunan SMP baru tersebut akan dilaksanakan tahun depan di 2022. Dan akan dibangun di Selindung kota Pangkalpinang.

"Mungkin ditahun 2021 ini sudah bisa kita rintis, sudah mulai penerimaan untuk yang SMP 11. Lokasinya nanti di Selindung sudah kita siapkan," bebernya.

Untuk mengidealkan rasio kelas itu, kata Eddy sebetulnya bisa saja peserta didik didorong sekolah di swasta, namun sekolah swasta juga terbatas dari sarana dan praaarana.

"Makanya kita buka SMP 11 itu, karena ini salah satu upaya pemerintah untuk wajib belajar sembilan tahun. Kalau swasta juga kita distribusikan tali sekolah swasta juga terbatas sarana prasaranya," jelasnya.

Eddy menuturkan, untuk tenaga pengajar nantinya akan dilajukan recruitemen baik guru honorer maupun yang PNS.

"Kan nanti PNS tahun 2020 kemarin masih pelatihan, dan penerimaan tahun ini bisa didistribusikan ke situ. Yang honorer nanti akan kita lakukan recruitmen berdasarkan bidangnya," ucap Eddy.

"Jadi inshaallah tahun 2022, 2023, semua sekolah setiap kelasnya sudah standar, rasio-rasionya sudah terpenuhi, dan guru-guru kita juga terpenuhi nantinya," tambahnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved