Breaking News:

Sebanyak 25.576 Pelaku UMKM di Babel Sudah Diusulkan Terima BPUM, Sedang Proses Pencairan

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mengusulkan sebanyak 25.576 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penerima BPUM.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Atok Agus (90) saat menunggu pencairan dana BPUM di Halaman Kantor Cabang BRI Pangkalpinang, Kamis (27/5/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mengusulkan sebanyak 25.576 pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) untuk menerima Bantuan Produktif Usaha Mikro ( BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I 2021.

Adapun rincian jumlah pelaku UMKM dari kota kota Pangkalpinang 954, Bangka 5.876, Bangka Tengah 14.673, Bangka Selatan 837, Bangka Barat 970, Belitung 1.466 dan Belitung Timur 800.

Sementara sebelumnya, data pencairan pelaku UMKM yang menerima BPUM tahun 2021 diusulkan tahun 2020 lalu ada sebanyak 38.749 UMKM yang sudah memiliki SK dan proses pencairan masih terus berjalan.

Namun berbeda dari BLT Tahun 2020 sebelumnya yang cair senilai Rp 2,4 Juta, BLT Tahun 2021 ini hanya akan cair senilai Rp 1,2 Juta.

Dari keseluruhan yang diusulkan pada tahun 2021 itu belum tentu menerima semua sebab ada kriteria yang ditentukan.

"Jadi BPUM itu untuk tahun 2020 sudah dibagikan, yang mengusulkan tidak hanya dari dinas tetapi dari berbagai lembaga. Untuk 2021 mengucurkan kembali diambik dari data 2020, yang telah dapat atau belum dapat bisa dapat lagi," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bangka Belitung, Elfiyena, Jumat (28/5/2021).

Lebih lanjut, Dia mengatakan sesuai juknis, pemerintah provinsi diarahkan untuk mengusulkan pada bulan April 2021 kemarin, sekarang sedang proses pencairan.

"Di aplikasi BRI, sudah bisa dilihat, silahkan bisa di cek menggunakan NIK. Tetapi kami dari kementerian belum bisa memberitahukan nama-nama sesuai SK. Tahun 2021 satu pintu yang mengirimkan usulan, nanti tahap kedua akan kita kirimkan lagi. Maka kita siap-siap lagi, dari kabupaten kirim ke kita, nanti kita kirim ke kementerian," kata Elfiyena.

Sejauh ini, koordinasi dengan pihak perbankan dalam hal penyaluran BPUM ini diakuinya berjalan baik.

"Mereka itu hanya sebagai penyalur, mereka menerima nama-nama yang terdaftar kemudian menyalurkannya. Hanya yang saya ingin ingatkan bagi penerima UMKM yang ingin mengambil untuk tidak berkerumun atau berbondong-bondong datang bersamaan, tenang saja uang pasti cair, taati prokes dan bersabar kalau ramai, bisa mengambil besok lagi," kata Elfiyena. ( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved