Rabu, 22 April 2026

Suasana Haru Jelang Giant Ditutup Permanen, 3000 Karyawan Terancam PHK

PT Hero Supermarket Tbk berencana akan menutup seluruh gerai Giant di seluruh Indonresia

bangkapos.com/Resha Juhari
Giant Mulai Menerapkan Kantong Plastik Berbayar 

BANGKAPOS.COM - Supermarket Giant bakal berhenti beroperasi pada Juli 2021 ini.

Termasuk dengan yang dialami Giant Exppres yang berada di kawasan Graha Raya, Tangerang. 

Sebagaimana dilansir Bangkapos.com dari WartaKotalive.com dengan judul Suasana Haru Para Karyawan Giant Graha Raya Tangerang Jelang Tempat Kerja Mereka Ditutup Permanen

Pantauan Warta Kota, pusat pembelanjaan itu tampak sepi. Pengunjung hanya berkisar kurang dari 10 orang.

Loket kasir pun dibuka dua pelayanan saja.

Kendati demikian masih banyak produk-produk belanjaan yang dijual di tempat ini.

"Iya tutup Juli ini," ujar Abdul pegawai Giant Graha Raya saat dijumpai Warta Kota, Kamis (27/5/2021).

Ia menjelaskan semua pegawai telah mengetahui tentang penutupan tersebut.

Mereka pun hanya bersikap pasrah.

"Ya mau gimana lagi, nantinya kami diberhentikan," ucapnya.

Suasana Giant Supermarket Graha Raya Tangerang tampak sepi jelang rencana penutupan permanen
Suasana Giant Supermarket Graha Raya Tangerang tampak sepi jelang rencana penutupan permanen (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Abdul menyebut pihak perusahaan berjanji akan membayar gaji dan juga pesangon. Kendati demikian dirinya bingung untuk bekerja di mana selepas Giant berhenti beroperasi.

"Ya mungkin cari-cari kerja lagi di tempat lain. Menjelang penutupan toko sampai saat ini belum ada untuk promo - promo produk belanjaan," kata Abdul. 

3000 karyawan di-PHK

PT Hero Supermarket Tbk berencana akan menutup seluruh gerai Giant di seluruh Indonresia.

Terkait hal ini, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan hampir 3.000 pekerja terancam PHK.

Jumlah tersebut diperoleh berdasarkan laporan Serikat Pekerja Hero Group dan Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia yang merupakan anggota KSPI.

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan, laporan yang diterimanya juga menyebutkan, penutupan gerai Giant di seluruh Indonesia karena investor Hongkong menarik sahamnya dari Hero Group.

“Ada informasi, penyebab dari tutupnya 80 gerai Giant di seluruh Indonesia adalah akibat ditariknya saham yang berasal dari investor Hongkong dari Hero Group,” kata Said Iqbal melalui siaran pers, Kamis (27/5/2021).

Dalam keterbukaan informasi di BEI beberapa waktu lalu, perusahaan juga menyebut alasan penutupan gerai Giant karena perusahaan ingin lebih fokus ke bisnis retail lainnya seperti IKEA, Hero, dan Guardian.

Sebelum melakukan PHK besar-besaran, Said meminta pimpinan perusahaan untuk merundingkan permasalahan ini dengan Serikat Pekerja Hero Group yang didampingi oleh Dewan Pimpinan Pusat ASPEK Indonesia.

Said juga mengimbau agar pimpinan perusahaan Hero Group tetap mempekerjakan karyawan Giant yang ter-PHK tersebut ke unit perusahaan lainnya milik Hero Group, seperti lain Hero Supermaket, Guardian, dan IKEA yang ada di seluruh Indonesia.

Apabila ada karyawan Giant yang tidak bisa disalurkan ke unit perusahaan lain milik Hero Group, maka perusahaan berkewajiban membayar hak-hak karyawan plus kompensasi lainnya, sebagaimana yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati antara pimpinan perusahaan Hero Group dengan serikat pekerja Hero Group.

“Apabila ada buruh yang tidak disalurkan ke perusahaan lain, KSPI meminta perusahaan tidak menggunakan perhitungan pesangon yang diatur dalam omnibus law UU Cipta Kerja,” tegas Said Iqbal.

Selain itu, Said juga meminta perusahaan untuk memberikan waktu yang cukup kepada serikat pekerja dalam melakukan sosialisasi tentang rencana PHK hampir 3. 000-an karyawan Giant ini.

“Perusahaan jangan tergesa-gesa dan memaksakan kehendak terhadap kasus PHK besar-besaran di Giant. KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengawal terhadap proses PHK ribuan pekerja di Giant,” ujarnya.

Tanggapan Hero Sementara

Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto memastikan pihaknya  akan membayarkan kompensasi efisiensi di luar ketentuan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan.

Selain itu manajemen HERO juga mempersilakan karyawan Giant untuk melamar kembali kerja pada unit perusahaan Hero Group, yang terdiri atas IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

"Dengan berat hati, kami menyampaikan, seluruh karyawan gerai Giant akan terdampak oleh keputusan ini. Anggota karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain," sebut Head of Corporate & Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Perjalanan Giant 

Melansir Kompas.id, Selasa (25/5/2021) Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall menjelaskan, strategi bisnis ini bentuk adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah. 

Langkah ini diambil untuk merespons turunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Fenomena ini juga terjadi di pasar global. 

Sebelum menutup seluruh gerainya, seperti apa perjalanan Giant di Indonesia? 

Sejarah Giant 

Mengutip laman Giant, nama merek Giant berasal dari Malaysia. Kisah Giant dimulai pada tahun 1944 ketika toko pertama keluarga Teng Meng Chun ini dibuka di Sentul Pasar, Malaysia dan diperluas dengan pembukaan Pusat Minimarket Teng di Bangsar pada tahun 1974. 

Selanjutnya Giant dikembangkan tak hanya di Malaysia tapi juga Singapura dan Indonesia. Melansir laman Hero Group, Giant di Indonesia dibesarkan oleh perusahaan Hero Group. Awalnya bisnis yang dibangun MS Kurnia adalah minimarket. 

Hero Supermarket melebarkan sayapnya dan berubah menjadi Giant untuk segmen hypermarket. Giant Hypermarket pertama dibuka di Indonesia pada 2002, berlokasi di Villa Melati Tangerang. 

Sebagai tambahan untuk kekuatan di segmen ritel, saham Hero Group menjadi lebih besar dengan adanya Giant sebagai hypermarket internasional.

Segmentasi Segmentasi Giant adalah para pelanggan yang menginginkan belanja dengan harga yang hemat, sehingga hal itu diyakini tidak mengganggu jalannya Hero Supermarket. 

PT Hero Supermarket Tbk mempekerjakan lebih dari 13.700 orang dan melayani pelanggan di 558 gerai.

Terhitung dari 30 Juni 2012, perusahaan ini telah mengoperasikan 43 gerai Giant Hypermarket, 130 gerai Hero & Giant supermarket, 241 gerai kesehatan dan kecantikan Guardian dan 144 gerai Starmart. 

Mulai tahun 2013, bisnis Giant mengalami perubahan identitas. Giant Hypermarket menjadi Giant Extra, sedangkan Giant Supermarket menjadi Giant Express.

Perubahan itu juga diikuti dengan perubahan konsep dan pembedaan yang jelas antara kedua format tersebut.

Giant Ekstra menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan produk yang lengkap untuk kebutuhan bulanan konsumen.

Sedangkan Giant Ekspres menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan pelayanan cepat untuk melayani kebutuhan mingguan konsumen. 

Persaingan dan pola belanja konsumen

Dikutip dari Kompas.com (25/6/2019), sepanjang 2018, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) telah menutup 26 gerai.

Kemudian pada 28 Juli 2019 Hero menutup kembali enam gerai dengan brand Giant yakni Giant Express Pondok Timur, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri. 

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo saat itu membenarkan informasi akan ditutupnya enam gerai Giant pada 28 Juli 2019. 

“Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen,” katanya kepada Kontan.co.id melalui surat elektronik pada Selasa (25/6/2019). 

Hadrianus mengatakan, pihaknya perlu melakukan adaptasi agar bisa bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation.

Strateginya, HERO perlu mengubah dan menyegarkan kembali penawaran untuk pelanggannya. 

Sampai 31 Mei 2019, HERO memiliki 125 gerai Giant. Artinya pada 28 Juli 2019 jika tidak ada penambahan gerai lainnya, total gerai Giant bakal berkurang menjadi 119 gerai.

Perubahan gerai Giant

Terbaru, pihak perusahaan berencana mengubah sejumlah gerai Giant dan beralih ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. 

Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall menjelaskan, perusahaan akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Kemudian, gerai Giant lainnya akan ditutup pada akhir Juli 2021. 

Hingga kini, negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung.

Selain itu, Hero Group juga mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. 

"Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format Hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Sebuah tren yang juga terlihat di pasar global," ujar Patrik melalui keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com Selasa (25/5/2021).

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved