Breaking News:

Tribunners

Berbagi Pengalaman Mengajar Daring

Mengajar daring ini memberikan pengalaman unik tersendiri bagi para bapak dan ibu yang berprofesi sebagai pengajar

Editor: suhendri
Berbagi Pengalaman Mengajar Daring
ISTIMEWA
Ameliana Tri Prihatini Novianti, S.Si - Guru SMK Negeri 1 Kelapa

SEMESTER ini adalah semester ketiga penulis mengajar dengan sistem daring menggunakan aplikasi Zoom. Penulis juga menggunakan aplikasi Google Classroom untuk mengelola kelas, penugasan, dan asesmen. Semester ini penulis mengajar beberapa mata pelajaran kejuruan di antaranya animasi 2d dan 3d dan produk kreatif kewirausahaan.

Mengajar daring ini memberikan pengalaman unik tersendiri bagi para bapak dan ibu yang berprofesi sebagai pengajar termasuk penulis sendiri yang merupakan guru Kompetensi Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat. Penggunaan teknologi digital sedikit banyak membantu. Namun berdasarkan pengalaman penulis, faktor nonteknis yang membuat mengajar daring jangka panjang ini tidak efektif.

Meskipun penulis secara umur digolongkan ke dalam generasi milenial yang tentu saja tidak terlalu merasa kesulitan menggunakan teknologi digital walau kadang sedikit terhambat dengan perkara teknis namun sejauh ini dapat teratasi dengan baik.

Perkara nonteknis yang penulis maksud adalah durasi mengajar yang panjang berimbas pada kuota internet para siswa. Untuk diketahui, mata pelajaran produktif di SMK itu jam pelajarannya bisa sampai 6-7 jam pelajaran (1 jam = 45 menit) dalam satu hari apalagi jika sekolahnya menganut sistem blok. Walau siswa mendapat bantuan kuota dari pemerintah, namun mengakses video conference menyedot kuota yang banyak.

Melansir dari rubik tekno kompas online, Jika kecepatan 1 Mbps bisa menghabiskan data sekitar 450 MB per jam, artinya satu jam penggunaan Zoom bisa menghabiskan kuota data sekitar 270 MB-810 MB. Sementara itu untuk video telekonferensi dengan banyak orang (grup), Zoom membutuhkan bandwidth sebesar 800 kbps-3 Mbps.

Alhasil, penulis akhirnya menimbang durasi mengajar melalui tatap layar yang panjang menjadi hanya sepertiga dalam tiap jadwal pertemuan mengajar dengan siswa.

Mengajar melalui tatap layar penulis lakukan paling lama 60 menit per mata pelajaran per hari. Sisanya pembelajaran dilakukan siswa secara mandiri, termasuk praktik dan penugasan.

Penulis selalu menyiapkan materi presentasi dan beberapa di antaranya berupa ringkasan materi yang dibagikan kepada siswa dengan syarat mereka harus hadir dalam pembelajaran menggunakan zoom.

Penulis pun kadang memvideokan materi agar dapat diakses setiap saat sehingga penulis rasa siswa terbantu untuk memahami materi dan mempermudah dalam mencapai kompetensi yang penulis minta untuk dikuasai di awal pembelajaran.

Masalahnya apakah siswa-siswa serius untuk mau belajar mandiri? Walau saat belajar daring, penulis tetap mewajibkan siswa menghidupkan kamera video, namun tidak ada jaminan mereka benar-benar menyimak atau tidak.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved