Breaking News:

Dalam Sehari, Kejari Pangkalpinang Tahan Dua Tersangka Korupsi Fasilitas Kredit Bank BUMN

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang resmi menahan Firman alias Asak dan Redinal.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) CV. Hayxellindo Putra Jaya dari bank BUMN di Pangkalpinang saat diperiksa penyidik Kejari Pangkalpinang, Jumat (28/5/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang resmi menahan Firman alias Asak dan Redinal.

Keduanya saat ini ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Pangkalpinang hingga 20 hari kedepan mulai 28 Mei sampai 16 Juni 2021.

Dua tersangka dimasukan ke dalam jeruji besi lantaran diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) CV. Hayxellindo Putra Jaya dari satu bank BUMN di Pangkalpinang pada tahun 2018.

Selain itu, Asak dan Redinal diduga menyelewengkan uang negara sebesar Rp 3,5 Miliar dalam perpanjangan KMK CV. Hayxellindo Putra Jaya pada tahun 2019.

“Hari Jumat kemarin Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang menyerahkan tersangka dan Barang Bukti kepada Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pangkalpinang,” kata Kajari Pangkalpinang, Jefferdian melalui Kasi Intelijen, Ryan Sumartha, Sabtu (29/5/2021).

Ryan mengatakan, kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal Primair Pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Asak dan Redinal juga dijerat dengan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Selain itu, tambah Ryan, lebih subsider Pasal 9 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Ancaman hukuman pidana kedua tersangka Firman dan Redinal maksimal seumur hidup atau paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.200.000.000,- dan paling banyak Rp.1.000.000.000,- serta membayar uang pengganti sebesar kerugian negara,” ungkapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Penulis: Magang1
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved