Breaking News:

Bertambah 245 Kasus Baru Covid-19, Bangka Belitung Urutan Delapan Besar Dari 34 Provinsi

Jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan, bertambah 245 kasus baru, pada, Minggu (20/5/2021).

Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Babel, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan, bertambah 245 kasus baru, pada, Minggu (20/5/2021).

Dengan sebaran kasus Kabupaten Bangka 76 kasus, Pangkalpinang 77 kasus, Bangka Tengah 30 kasus, Bangka Selatan 0 kasus, Bangka Barat 51 kasus, Belitung 11 kasus dan Belitung Timur 0.

Jumlah kasus baru mencapai 245 kasus membuat Provinsi Bangka Belitung berada diurutan 8 besar dari 34 provinsi di Indonesia. 

Babel berada di atas Jawa Timur dengan jumlah 217 kasus, dan posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan 1.064 kasus baru.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, mengatakan, dengan tambahan kasus positif hari ini, total kasus di Babel 18.167 kasus.

Kemudian sembuh bertambah 120 kasus, total menjadi 15.980 kasus dan meninggal dunia 0, jumlah total 269 kasus.

"Penyebab tinggi kasus baru karena masih masifnya aktivitas yang menyebabkan lonjakan kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah. Seperti meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik,"kata Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Minggu (30/5/2021)

Ia menjelaskan, sebagai upaya menekan k pengendalian kasus dan deteksi dini terhadap potensi penularan dari masuknya mutasi serta varian baru Covid-19, telah dilakukan berbagai upaya pencegahan.

"Seperti melakukan skrining dengan memberlakukan tes Covid-19 ulang kepada pelaku perjalanan atau penumpang moda transportasi yang tiba atau masuk ke wilayah. Selain itu kami telah meminta kepada mereka yang kembali dari libur lebaran untuk karantina mandiri selama 5x 24 jam atau 5 hari di rumah atau tempat tinggalnya masing-masing,"terangnya.

Menurutnya, ini dilakukan untuk mencegah dan meminimalisasi terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan rumah maupun tempat kerja. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved