Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Bangkit dari Pandemi Covid-19, Ini Usaha Pemilik Rumah Panggung agar Tetap Eksis

Muklis yang sudah menekuni bisnis kuliner ini sejak tahun 2007 sangat merasakan dampak Covid-19 terhadap Rumah Panggung Sungailiat yang dirinya.

Penulis: Nurhayati (CC) | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Nurhayati)
Suasana asri di Rumah Panggung Cafe& Resto Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badai pandemi Virus Corona di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia diantaranya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hampir memukul semua sektor tak terkecuali bisnis kuliner.

Tentu saja dampak Covid-19 sangat dirasakan oleh Muchlisin owner Rumah Panggung, Sungailiat, Kabupaten Bangka

Muklis yang sudah menekuni bisnis kuliner ini sejak tahun 2007 sangat merasakan dampak Covid-19 terhadap Rumah Panggung Sungailiat yang dirinya.

Diakuinya omzetnya turun hingga 70 persen saat covid-19 ini.

Namun dia tak patah arang, Muchlisin justru menjadikannya tantangan untuk membangkitkan bisnis kulinernya.

Berbagai inovasi dan kreativitas diterapnya untuk kembali meramaikan rumah makan yang dikelolanya di era new life pandemi Covid-19.

"Sejak pandemi melanda kami sangat berdampak dengan menurunnya omzet sekitar 70 persen. Kami tetap berusaha eksis meskipun sangat berat dengan menyesuaikan harga-harga menu kami biar orang lebih terjangkau karena ekonomi kita lagi sulit," ungkap Muchlisin saat berbincang dengan Bangkapos.com, Senin (31/05/2021).

Tentu saja aturan protokol kesehatan menjadi sangat prioritas diterapkannya di kafe dan resto miliknya ini.

"Untuk penerapan prokes alhamdulillah  kita tidak terlalu banyak kesulitan karena kebetulan konsep kita alam jadi soal jarak tidak terlalu dikhawirkan karena dengan jarak antar pondok/saung lumayan jauh, sekitar 3 meteran," kata Muchlisin.

Pihaknya juga selalu mengingatkan  para pengunjung untuk mencuci tangan dahulu dengan sabun yang telah disediakan di Rumah Pangung.

Di Rumah Panggung dikelolanya para pengunjung bisa menikmati beragam menu khas Bangka dan seafood.

Sejak tanggal 24 Mei 2021, pasca lebaran Idul Fitri,  Rumah Panggung  buka kembali. 

"Kalau bicara menu favorit, lempah kuning menjadi menu favorit pengunjung Rumah Panggung terutama ikan dan iga sapinya sangat digemari karena kita nggak pelit sama bumbu," beber Muchlisin yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pariwisata Bangja Tengah ini.

Untuk harga makanan pengunjung tak perlu khawatir karena bersahabat di kantong.

Di Rumah Panggung ini harga makanan mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 55.000, sedangkan minuman dari Rp 5000 sampai dengan Rp 25.000.

Cafe & resto ini memiliki fasilitas area bermain anak-anak, mushala,  instrumen musik dan area parkir yang sangat luas.  

"Kami juga menerima acara-acara garden party seperti pesta pernikahan dan ulang tahun," kata Muchlisin.

Dia berharap di tengah pandemi Covid-19 ini pemerintah khususnya pemerintah daerah  bisa memberi kebijakan yang dapat membantu para pelaku Kuliner bisa bertahan dalam situasi pandemi sekarang ini.

"Kebijakan yang pro ke  pelaku-pelaku usaha kuliner sehingga tetep bertahan," harap Muchlisin.

Beberapa pengunjung Rumah Panggung juga merekomendasi rumah makan ini.

Demsi Ji menilai Rumah Panggung tempat makan yang asyik untuk makan bersama keluarga, teman atau kerabat.

"Tempat oke, parkir luas musik keren,  makanan selera nusantara, enak-enak," puji Demsi.

Dia memberi saran kepada pemilik Rumah Panggung agar karpet dan sejadah musholla mesti sering dibersihkan. Apalagi di tengah pamdemi Covid-19 ini.

Shaenee Candice juga menilai makan di Rumah Panggung seperti makan di kebun.

"Enak masakannya harga murah, tempat nyaman masih suasana kebun- kebun gitu," komentarnya di akun facebook Rumah Panggung.

(Bangkapos.com/Nurhayati)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved