Breaking News:

Advertorial

Kejari Bangka Barat Ikuti Sosialisasi Result Based/ New SPIP Kejaksaan RI

Dalam rangka meningkatkan maturitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), Kejaksaan Negeri Bangka Barat

Editor: nurhayati
Ist (Kejari Bangka Barat)
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Octavianne bersama Para Kasi dan Kasubagbin, mengikuti Sosialisasi Result Based/ New SPIP Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2021 secara Virtual, Senin (31/05/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kejaksaan Negeri Bangka Barat mengikuti sosialisasi terkait Result Based/New SPIP Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2021, Senin (31/05/2021).

Sosialisasi ini dilaksanakan, dalam rangka meningkatkan maturitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

Kegiatan sosialisasi ini meliputi :
1. Dasar hukum serta manfaat pembinaan dan penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP.
2. Overview program penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP (New SPIP)
3. Proses penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP (New SPIP)
4. Proses penilaian maturitas evaluasi atas hasil penilaian mandiri.

Kegiatan yang dimulai jam 09.00 WIB pagi ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Biro Perlengkapan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Ade Tajudin Sutiawarman.

Peserta pada sosialisasi yang dilangsungkan secara virtual via aplikasi Zoom ini diikuti oleh Tim Penilai Daerah (TPD) seluruh Indonesia, Kepala Kejaksaan Negeri beserta seluruh pejabat eselon IV dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari).

Kejari Bangka Barat mengikuti sosialisasi virtual Result Based/New SPIP  Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2021
Kejari Bangka Barat mengikuti sosialisasi virtual Result Based/New SPIP Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2021 (Ist (Kejari Bangka Barat))

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan sosialisasi ini berasal dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), salah satunya adalah Direktur Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum BPKP.

Pada kesempatan itu Direktur Pengawasan Lembaga Pemerintah Bidang Polhukam PMK, Djoko Prihardono menjelaskan bahwa sistem Pengendalian Intern Pemerintah atau SPIP adalah suatu proses yang dibangun secara built-in pada tindakan serta kegiatan pimpinan dan seluruh pegawai.

Bukan sekedar formalitas pemenuhan ketentuan, SPIP diterapkan sebagai suatu budaya pengendalian (control culture), menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.

Penerapan SPIP bertujuan untuk menghasilkan kegiatan yang efektif & efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

"Sedangkan maturitas SPIP adalah suatu istilah untuk menunjukkan ukuran kualitas dari sistem pengendalian intern pada suatu organisasi. Adapun persiapan untuk penilaian SPIP ini rencana akan dimulai Juni 2021, dengan penentuan Satker yang akan menjadi sample," jelas Djoko.

Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne yang juga turut mengikuti sosialisasi ini bersama Para Kasi dan Kasubagbin Kejari Bangka Barat mengharapkan, dari sosialisasi ini satuan kerja mampu mendefinisikan kinerjanya dengan baik dan strategi pencapaian kinerjanya telah relevan dan terintegrasi, dengan struktur dan proses pengendalian telah efektif untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi, serta adaptif terhadap lingkungan satuan kerja.

"Kejaksaan Negeri Bangka Barat telah meraih predikat WBK  (Wilayah Bebas dari Korupsi) pada tahun 2020, dan pada saat ini sedang menuju peraihan predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). Maka sosialisasi ini sangat penting karena ini adalah strategi serta proses pendukung peraihan WBBM," harap Helena.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved