Breaking News:

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19 di Bangka Belitung

Pasien konfirmasi Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan menjadi penyebab terjadinya kematian Covid-19 di Babel.

Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pasien konfirmasi Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan menjadi penyebab terjadinya kematian Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, penyakit bawaan menjadi penyebab banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal di Babel.

Diketahui kasus kematian di Bangka Belitung hingga Minggu (31/5/2021) kemarin, telah berjumlah 269 kasus, 90 persenya meninggal karena komorbid.

"Kematian pasien Covid dikarenakan penyakit bawaan rata-rata penyakit bawaan, yang membuat kematian. Seperti penyakit bawaan diabetes, jantung, asma, ginjal, yang banyaknya sakit diabetes dan kencing manis,"ujar Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Senin (31/5/2021).

Ia menambahkan, berkaitan kasus kematian balita asal Sungailiat, pada beberapa waktu lalu diketahui memiliki riwayat kurang gizi dan diare.

"Kalau balita kemarin ada kekurangan gizi dan diare tetapi yang dapat menerangkan itu kan dari dokter,"lanjutnya.

Kemudian untuk pasien bergejala berat hingga sedang yang kembali sembuh, banyak terjadi di Babel, hingga Minggu (31/5/2021) kasus sembuh di Babel berjumlah 15.980 kasus 

"Memang kita lihat yang melakukan isolasi mandiri bergejala ringan dan ada juga bergejala sedang hingga berat, mereka banyak sembuh,"katanya.

Selain itu, untuk pemanfaatan terapy plasma konvalesen dalam penyembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19, Mikron, mengatakan belum digunakan di Babel hingga saat ini.

"Saat ini masih mengirim ke Jakarta dan dari Jakarta kita minta plasma darah langsung mereka menghubungi PMI Jakarta. Kita belum melakukan terapy itu karena kekurangan alat yang harus dipenuhi,"terangnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved