Breaking News:

Berita Pangkalpinang

PPA Tetap Optimis Pangkalpinang Raih Kota Layak Anak, Meski Dihantam Kasus Viral Asusila Anak

Kita sudah punya trik-trik untuk menghadapi itu, kita tetap optimis dapat meraih KLA meskipun setelah kejadian yang sempat viral itu

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty menyebut, pihaknya akan tetap optimis Kota Pangkalpinang dapat meraih Kota Layak Anak (KLA).

Meskipun usai tindakan asusila yang terjadi dan dilakukan oleh anak di rumah ibadah beberapa waktu lalu.

Justru kata Eti, kasus tersebut sama sekali tidak mengurangi penilaian Pangkalpinang menjadi kota layak anak.

"Kita sudah punya trik-trik untuk menghadapi itu, kita tetap optimis dapat meraih KLA meskipun setelah kejadian yang sempat viral itu. Meskipun berita itu juga sudah sampai di pusat, tapi insha Allah dengan berbagai steatmen kita pada saat verifikasi lapangan hybrid tetap tidak mengurangi nilai," ungkap Eti saat ditemui Bangkapos.com di ruangannya, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, hal tersebut wajar dalam berjuang mendapatkan KLA lalu ada hambatan, justru kejadian tersebut membuat pihaknya semakin terus berjuang dan memberikan hasil terbaik.

"Kasus ini justru untuk menjadi trobosan kita kedepannya, yang sebekumnya kita sudah hampir sempurna penilaian kita, taoi ada hamabtan ini ya wajar. Jadi ada krikil-krikil yang harus kita hadapi bagaimana cara kita menyelesaikannya," ujarnya.

Eti menuturkan, justru dengan membantu menyelesaikan dan membantu pendampingan akan menambah penilaian KLA.

"Nah sekarang kami berkoordinasi dengan Polres, karena kami tidak mendapatkan laporan secara khusus dari pihak korban maupun pelaku, tapi karena dua-duanya korban dan pelaku usia anak kami akan tetap mendampingi sampai tuntas," jelasnya.

Eti menyebut, pengumuman kota layak abak akan diumumkan 23 Juli 2021 nanti.

"Saat ini kita masih tingkat Pratama, harapannya kita bisa naik kelas. Kita tetap optimis bisa loncat kelas langsung ke utama, jadi tidak mengurangi optimis kami bisa loncat kelas. Tapi bertahanpun sudah alhamdulillah," sebutnya.

Tak hanya itu, kata Eti pihaknya akan lebih waspada lagi melakukan pengawasan ditempat-tempat yang memungkinkan hal demikian terjadi.

"Kasus ini membuat dan mengajarkan kami lebih waspada lagi, karena ini memang tidak terprediksi dilakukan di masjid. Tempat-tempat yang kita prediksi akan terjadi itu lebih akan kita waspadai lagi, dengan melakukan pengontrolan," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved