Breaking News:

Terlilit Utang Rp 70 Triliun dan Minta Karyawannya Pensiun Dini, Ini Cara Garuda Indonesia Bertahan

Di sisi lain, utang perseroan terus menumpuk hingga mencapai Rp 70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp 1 triliun tiap bulannya

Editor: Iwan Satriawan
Flickr/Gilang Fadhli
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. 

Serta pengoperasian pesawat passenger freighter, optimalisasi layanan carter kargo, dan pengembangan layanan pengiriman barang Kirim Aja berbasis aplikasi digital.

"Sejalan dengan optimalisasi bisnis Cargo, perseroan berencana untuk memperbesar porsi pendapatan usaha dari lini bisnis Cargo hingga 40 persen dari sebelumnya 10 hingga 15 persen," lanjut keterangan manajemen.

Terkait sisi biaya dan utang, perseroan saat ini telah dan terus melakukan upaya-upaya dalam rangka memastikan risiko solvabilitas dapat dimitigasi dengan sebaik-baiknya.

Garuda Indonesia saat ini tengah dan terus melakukan upaya renegosiasi dengan lessor pesawat.

Selain itu, perseroan melakukan restrukturisasi utang usaha termasuk terhadap BUMN dan mitra usaha lainnya. Serta melakukan negosiasi langkah restrukturisasi pinjaman perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Program pensiun dini yang ditawarkan secara sukarela kepada karyawan juga termasuk strategi perusahaan.

Manajemen pun memastikan perseroan terus melakukan komunikasi intensif dengan stakeholder terkait agar upaya percepatan pemulihan kinerja berjalan maksimal.

"Seluruh upaya yang dilakukan oleh perseroan pada prinsipnya dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi kinerja dan likuiditas perseroan yang terdampak signifikan imbas situasi pandemi Covid-19," kata manajemen Garuda Indonesia.

Karyawan Minta Jokowi Selamatkan Garuda

Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memohon dukungan penyelamatan perusahaan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved