Breaking News:

Terlilit Utang Rp 70 Triliun dan Minta Karyawannya Pensiun Dini, Ini Cara Garuda Indonesia Bertahan

Di sisi lain, utang perseroan terus menumpuk hingga mencapai Rp 70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp 1 triliun tiap bulannya

Editor: Iwan Satriawan
Flickr/Gilang Fadhli
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. 

Menurut dia, bila bisnis bisa dimaksimalkan, maka Garuda Indonesia akan memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Hal itu dinilai sebagai upaya penyelamatan perusahaan yang lebih permanen.

“Kami berharap pemerintah mengkaji lagi opsi yang diberikan, dan sebenarnya ada opsi yang kita berikan dapat menyehatkan Garuda Indonesia lebih permanen. Kalau tidak, dikucurkan Rp 500 trilun saja pun bisa habis, karena itu tadi kompetisi tidak jelas,” ucap Tomy.

Tomy mengatakan tidak mempermasalahkan siapapun karyawan Garuda Indonesia yang mengambil opsi pensiun dini.

Namun, ia berharap pemerintah bisa kembali mengkaji opsi penyelamatan Garuda Indonesia.

“Posisi kami menyatakan terkait program pensiun dini, tidak dalam posisi menolak atau menerima. Kami persilahkan, kepada teman-teman karyawan yang mau mengambil,” ungkap dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, tawaran pensiun disodorkan ke karyawan agar maskapai nasional tersebut bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Opsi pensiun dini ditawarkan agar perusahaan lebih sehat, serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlilit Utang Rp 70 Triliun, Apa Saja Strategi Garuda Indonesia untuk Bertahan?",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved