Breaking News:

Tinggi Anak di Bawah Rata-rata Usia Bisa Jadi Stunting, Perlu Lakukan Penatalaksanaan Perbaikan Gizi

dr Adinda mengatakan stunting dapat disebabkan akibat nutrisi yang tidak memadai dan serangan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan.

Ist/dr Adinda
Dokter Spesialis Gizi Klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adinda Maharani Sp. GK 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seorang anak dianggap mengalami stunting jika tinggi badan mereka lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Dokter Spesialis Gizi Klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adinda mengatakan stunting dapat disebabkan akibat nutrisi yang tidak memadai dan serangan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.

Stunting juga disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi dan gizi ibu saat hamil.

"Apabila kita menemukan anak dengan stunting harus segera dilakukan penatalaksanaan gizinya. Tatalaksana pemberian gizi pada stunting diberikan berdasarkan penyebab stunting dan juga kondisi dari masing-masing anak tersebut," ujar dr Adinda, Selasa (1/6/2021).

Secara umum gizi pada anak stunting mencakup makronutisi dan mikronutrisi (vitamin dan mineral) harus dicukupi kebutuhan masing-masing zat gizi tersebut.

Dalam asupan sehari-hari harus lengkap baik dari karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin dan mineral juga memiliki peran penting untuk proses tumbuh kembang anak.

"Apabila menemui kasus Stunting untuk segera dibawa ke dokter Spesialis Anak agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan yang lebih lanjut.”

“Kalo stunting agak kompleks, biasanya dihitung dulu masing-masing kebutuhan anak berdasarkan penyebab terus juga dari berat badan, tinggi badan atau panjang badan.”

“Nanti kalau sudah ketemu kebutuhan kalorinya baru dimasukkan ke pola makan sehari-hari," kata dr Adinda.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved