Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Bangka Belitung Masuk 10 Besar Kasus Harian Terbanyak Covid-19, Satgas Jangan Hanya Jaga Gawang  

Provinsi Bangka Belitung (Babel), masuk dalam 10 besar penyumbang kasus positif Virus Corona (Covid-19) harian.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Bangkapos/Dok
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Provinsi Bangka Belitung (Babel), masuk dalam 10 besar penyumbang kasus positif Virus Corona (Covid-19) harian.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Provinsi Bangka Belitung menyumbang 100 kasus positif berada di posisi ke sembilan di atas Kepulauan Riau di posisi ke-10 dengan jumlah kasus 351 kasus.

Dengan tambahan kasus tersebut total  18.487 kasus, sementara kasus sembuh bertambah 152 kasus, total 16.561 kasus dan kasus meninggal dunia bergambah 4 kasus, total 274 kasus.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan agar Satgas Covid-19 Babel lebih masif melakukan testing di dalam Bangka Belitung. 

Ia menegaskan jangan hanya melakukan tes terhadap orang masuk ke Babel, tetapi virus yang di dalam tidak di atasi secara maksimal.

"Kita menjaga jawang mengetes orang masuk ke Bangka Belitung mengetes di pelabuhan dan bandara tetapi masyarakat kita yang di dalam tidak dites,"kata Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman kepada Bangkapos.com, Rabu (2/6/2021).

Erzaldi menambahkan, penanganan Virus Corona yang berada di dalam Wilayah Babel sama pentingnya dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kita mencegah virus dari luar masuk, tetapi virus yang ada di dalam kurang diperhatikan. Ini harus diatur strateginya bagaimana," tegasnya.

Sementara Sekretaris, Satgas Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, mengatakan mereka telah melakukan testing secara masif terhadap warga kontak erat dan tempat-tempat keramaian.

"Kita sudah melaksanaka melalui Satgas di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung sudah melaksanakan juga swab antigen di masyarakat tingkat desa.  

Tetapi, memang penularan  di Babel masif, dan memang penyebab salah satunya adalah isolasi mandiri tidak bisa diawasi sehingga yang melakukan isoman bebas keluar cari makan dan terjadi penularan,"jelas Mikron.

Dia, mengatakan penyebab masifnya penyebaran di Babel dan masuk urutam 10 besar setiap harinya karena pelaksaan testing dan tracing yang dilakukan selama ini.

"Artinya orang mengontrol isolasi mandiri yang kurang, karena petugas satgas di desa PPKM di desa, sejauh ini jalankan, tetapi tidak seluruhnya terkontrol. rtinya saat ini isolasi mandiri banyak warga keluar, tidak ada satgas poskonya di tingkat desa atau kelurahan. Di samping itu juga provinsi lain ada yang nol kasus, itu karena tidak kurang dilakuakn testing dan tracing kalau kita secara bertahap," tegasnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved