Breaking News:

Human Interest Story

Berawal dari Hobi, Acik Raup Jutaan Rupiah Jadi Peternak Ulat Hongkong

Acik, satu dari sekian banyak peternak ulat Hongkong di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Magang1 | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ribuan ulat Hongkong di peternakan Acik, di Jalan Letkol Saleh Ode, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Rabu (02/06/2021). 

Agar ulat tumbuh dan berkembang sehat, ulat harus dirawat dengan suhu kamar diangka 27 derajat celcius serta kelembaban minimal 20 persen dan maksimal 90 persen.

“Kalau tidak ditunjang dengan lingkungan yang baik maka produksi tidak akan optimal. Pernah gagal panen, beberapa bulan terakhir karena cuaca ekstrim. Ulat Hongkong ini tidak bisa hidup di dalam suhu ruangan yang terlalu panas begitu juga terlalu dingin,”  jelas Acik.

Ribuan ulat Hong Kong di peternakan Acik, di Jalan Letkol Saleh Ode, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Rabu (2/6/2021).
Ribuan ulat Hongkong di peternakan Acik, di Jalan Letkol Saleh Ode, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Rabu (2/6/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Untuk tempat hidupnya, ulat itu memerlukan media hidup berupa pollard gandum atau dedak.

Dalam satu bulan, setidaknya Acik harus membeli 50 kilogram pelet sebagai pakan ulat. Sedangkan untuk minum, per hari ulat membutuhkan 3 kilogram timun atau pepaya.

Butuh waktu sekitar 12 hari agar ribuan induk kumbang bisa bertelur. Telur yang menetas kemudian dipilih dengan ayak lalu dipindahkan ke kotak khusus.

“Kalau dari bertelur hingga siap panen itu butuh waktu 90 hari itu juga tergantung cuaca. Jika indukan sudah banyak, dalam waktu satu bulan bisa dua hingga tiga kali panen. Sekali panen bisa 2 kilogram lebih,” kata pria yang juga membuka jasa sewa tenda ini

Usaha ulat Hongkong juga bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Harga jual ulat mencapai Rp 100.000,- per kilogram. 

Setidaknya Acik dapat meraup omzet hingga Rp 1,6 juta perbulan dari beternak ulat.

“Untuk sekarang yang dalam satu bulan yang dapat dipanen sebanyak 16 kotak. Per satu kotak biasanya mencapai 1 kilogram ulat,” ungkap Acik. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved