Breaking News:

Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Gubernur Babel Ajak Semua Pihak Semangat Jalankan Prokes

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sangat serius dalam menekan penyebaran Covid-19 di Babel

Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Rakor Penanganan Covid-19 di wilayah Babel secara virtual, di Kantor Polda Babel dan seluruh Polres di 7 Kabupaten/Kota di Babel, Rabu (2/6/2021). 

“Perda kita ini menjadi model, menjadi contoh provinsi yang lain,menjadi acuan, oleh karena itu kawan-kawan di Kemendagri menyarankan agar kita bisa menjalankan perda ini,” tegasnya.

Oleh sebab itu ketua DPRD Babel ini menegaskan bahwa, revisi Raperda Nomor 10 tahun 2020 telah disepakati oleh Pemprov. Babel, DPRD Babel, dan Kementerian Dalam Negeri sehingga, perda tersebut dapat di gunakan sebagaimana mestinya sesuai pasal-pasalnya.

Mengakhiri sambutannya, Herman Suhadi meminta kepada gubernur agar jangan melakukan pemotongan TPP para ASN di dalam penanganan Covid-19 di Babel karena, DPRD Babel telah menyiapkan dana sebesar Rp21 miliar untuk penanganan ini, demi masyarakat.

Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa dalam arahannya menuturkan bahwa, berdasarkan data Satgas Covid -19 Pusdalops BPBD Babel, jumlah kumulatif terpapar Covid-19 di Babel per tanggal 1 Juni 2021 pukul 21.00 WIB terkonfirmasi 18.387, selesai isolasi 16.409, dari data tersebut dalam minggu ini terjadi lonjakan masyarakat yang terpapar Covid-19, dikarenakan turunnya disiplin masyarakat dalam menjalankan prokes. 

Meningkatnya masyarakat terkonfirmasi positif Covid -19 juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia sehingga, menjadi perhatian Pemerintah Pusat, di mana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Pengananan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 terhitung mulai tanggal 1-14 juni 2021.

Lebih jauh Mikron menjelaskan, walau pun tingkat penularan Covid-19 akhir-akhir ini meningkat namun, seluruh kabupaten/kota yang ada di Babel , masih dalam zona oranye, dan sebanyak 6 kabupaten/kota selama ini telah melaksanakan PPKM mikro yang menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% dan Work From Office (WFO) sebesar 50% dengan menerapkan prokes yang ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar mengunakan online.

Bagaimana Perkembangan Vaksinasi Covid-19 di Babel? 

Plt Kepala Dinkes Babel, Andre Nurtito di kesempatan ini menuturkan, vaksin sampai saat ini tercatat 184.620 dosis yang sudah disuntik sebanyak 135.000 dosis dan stok yang ada sebanyak 135.000 dosis.

“Tenaga kesehatan sudah melaksanakan vaksin mencapai 96%, untuk tenaga pelayanan masyarakat dan aparat sudah 50%, sedangkan untuk lansia yang sudah divaksin baru 24%. Yang menjadi penghambat dalam vaksin ini adalah kesediaan vaksin yang terbatas,” ujarnya.

Penyebab utama angka Covid-19 di Babel meningkat dinilai akibat silaturahmi pada saat pasca hari raya Idulfitri 1442 H, di bukanya kembali pusat keramaian, fasilitas publik, dan meningkatnya mobilitas dan perkumpulan masyarakat, serta kesadaran masyarakat menerapkan prokes rendah di tempat ibadah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved