Breaking News:

Hobi Nyanyi di Kamar Mandi hingga Makan Tanpa Sendok, Inilah 9 Sisi Unik Presiden Soekarno

Kharisma dari seorang Soekarno tidak pernah tergantikan oleh apapun meski banyak orang yang menghujat beliau.Bagaimana ‘manusia’ Soekarno sebenarnya?

Editor: Iwan Satriawan
Dok. Kompas/Song
Presiden Soekarno 

Lagu yang paling sering dinyanyikan adalah lagu-lagu berbahasa Belanda.

Namun, ia juga suka menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia.

Terkadang, ketika sedang asyik bernyanyi, Soekarno menjadi lupa diri hingga tidak menyadari jika suaranya terdengar hingga keluar dan mengganggu orang lain.

Satu kali Soekarno menyanyi di kamar mandi dengan cukup keras.

Ternyata bagi Sjahrir hal itu dirasakan ribut, hingga Sjahrir berteriak, “‘Houd je mond’,” tulis Dr. Z Yasni, dalam bukunya  Bung Hatta Menjawab.

Menurut Bung Hatta, kejadian itu terjadi saat Soekarno, Sjahrir, dan Agus Salim, menjadi  tahanan Belanda, di Prapat, Sumatra Utara.

Dari beberapa lagu berbahasa asing, One Day When We Were Young karya komponis terkenal Johann Straus menjadi lagu yang paling sering dinyanyikan oleh Bung Karno.

Ia sangat senang menyanyikan lagu itu, hingga banyak teman-temannya ikut hafal.

5.Suka kebersihan

Meski perokok, Bung Karno dikenal sebagai orang yang suka kebersihan. Ia tak segan untuk menghardik perokok yang sembarangan membuang puntung rokok.

Setiap hari ia selalu mengecek kebersihan semua ruangan Istana, kamar para pengawal, dan bahkan kamar mandi.

Kepada seluruh ajudannya Bung Karno mengatakan, agar selalu menjaga kebersihan.

“Kalau kalian tidak bisa membersihkannya, nanti saya yang akan membersihkannya sendiri,” ucap Dalimin Ronoatmodjo, mantan pengawal pribadi Presiden Soekarno selama 20 tahun itu, mengutip ungkapan Bung Karno.

Saking bersihnya Soekarno, petugas cuci baju Istana bingung ketika masuk kamar Soekarno.

Ia melihat baju-baju tergantung rapi, dikiranya baju bersih sehingga tidak dicuci.

Kemudian Soekarno berkata, itu baju bapak gantung, bukan berarti tidak boleh dicuci, itu baju kotor, tapi meskipun kotor, kita tetap harus menjaga kerapian dan kebersihan kamar.

6.Singa mimbar

Soekarno dikenal sebagai orator ulung. Pendengar dibuat terpukau oleh pidatonya meskipun menghabiskan waktu berjam-jam.

Anehnya, tak ada satu pun orang yang bosan mendengarnya.

“Bung Karno memang menguasai psikologi massa. Ditambah dengan keahliannya berbicara dan pengetahuannya yang amat luas, memang tak salah jika ia disebut singa mimbar tanpa tandingan,” kata ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko.

Karena itu pula, Bambang menderita sakit pada saraf belakang karena terlalu lama berdiri tegak dalam sikap sempurna saat Soekarno berpidato.

7.Canda di pagi hari

Sebagai sosok yang penuh karismatik, Soekarno juga dikenal sebagai sosok yang egaliter.

Semua orang baginya sederajat, tak ada yang beda. Ia begitu memperhatikan bawahannya.

Selama delapan tahun mendampingi Soekarno, Bambang Widjanarko mengingat kebiasaan makan dan minum dari mantan menantu Tjokroaminoto itu.

Pagi hari Soekarno selalu minum kopi dan makan roti yang diolesi sedikit mentega dan gula.

Saat minum kopi pagi di Istana inilah yang selalu seru. Soekarno selalu mengajak seluruh ajudan dan pegawai Istana untuk sarapan bersama.

Suasana penuh canda tawa selalu terjadi setiap pagi. Tak ada batas antara presiden dengan para bawahannya.

Soekarno juga sangat memperhatikan sopir Istana. Ia selalu bertanya apa sopir sudah beristirahat cukup.

Selain itu, ia juga berpesan pada koki Istana yang merupakan warga Belanda, setiap hari harus ada roti keju untuk pengawalnya.

8.Hobi blusukan

Soekarno dikenal dekat dan mencintai rakyatnya, khususnya rakyat kecil. Ia sering menyusup di  tengah rakyat, seperti ke pasar tradisonal dan warung nasi. Ia selalu siap menolong siapa pun.

Bahkan Soekarno pernah menjadi wali nikah rakyat biasa. Menurut Bambang Widjanarko, Soekarno sudah tiga kali menikahkan pasangan rakyat biasa, dari 1961 hingga 1965.

Kecintaan dan kepedulian Soekarno terhadap rakyat kecil dapat dilihat dari ideologi Marhaenisme yang dibuatnya.

Nama Marhaenisme sendiri diambil dari nama seorang petani yang ditemuinya.

Selain itu, melalui Sarinah pengasuhnya sewaktu kecil Soekarno belajar untuk mencintai rakyat kecil.

9.Tanpa rasa takut

Jika menyangkut martabat bangsa, tak ada yang ditakuti Soekarno. Beberapa pemimpin negara asing pernah dibuat “mati gaya” oleh keberanian Soekarno.

Go to hell with your aid adalah ungkapan terkenal yang pernah dikatakan Bung Karno pada Amerika yang mencoba menekan Indonesia melalui diplomasi ekonomi.

“Persetan dengan bantuanmu! Lautan dolar tak akan dapat merebut hati kami,” ucap Soekarno dalam buku Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams.

Selain itu, Soekarno juga melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia akibat gerakan demonstrasi anti-Indonesia yang dilakukan oleh Malaysia dengan menginjak-injak lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.(*)

Artikel ini telah tayang di intisari-online dengan judul "Inilah Sisi ‘Manusia’ Soekarno, Tidak Malu untuk Minta Maaf pada Pengawalnya, Bahkan Makan pun Jarang Pakai Sendok"

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved