Breaking News:

Tribunners

Menumbuhkan Pribadi Anak Berpancasila

Agar murid dapat melakukan personalisasi nilai-nilai Pancasila, dibutuhkan guru-guru yang mau repot merespons setiap pengalaman

Editor: suhendri
Menumbuhkan Pribadi Anak Berpancasila
ISTIMEWA
Kurniawan Adi Santoso - Guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

SETIAP tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Ini berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016, yang menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan pada hari itu dinyatakan sebagai hari libur nasional. Dijadikannya sebagai hari libur nasional karena pemerintah berharap seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Mengapa harus diperingati seluruh masyarakat? Dikutip dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan, Pancasila adalah pandangan hidup (falsafah), dasar negara (ideologi), dan wahana pemersatu bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi sendi kehidupan dan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.

Pancasila memiliki nilai-nilai kehidupan paling baik. Ia dijadikan dasar dan motivasi dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semua sila dari Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah. Karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan.

Sebagai pandangan hidup, Pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi. Pancasila sebagai pandangan hidup bisa mempersatukan masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Namun, kondisi saat ini kadang menyedihkan. Ada banyak anak muda yang tidak bisa mengucapkan dengan benar sila-sila dalam Pancasila. Ini sesuatu yang menyedihkan, karena bagaimana kita mau mengamalkan Pancasila jika sila-silanya tidak tahu?

Ini adalah satu persoalan besar bangsa ini. Jika generasi mudanya kenal saja tidak dengan Pancasila, sulit kiranya mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang adil dan beradab, bersatu, berkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta berkeadilan sosial.

Masih untung pendidikan Pancasila dipastikan tetap ada dan diwajibkan dalam kurikulum di sekolah. Ada harapan besar bahwa pendidikan Pancasila memiliki daya pengaruh bagi pertumbuhan jiwa anak-anak kita. Selain sebagai mata pelajaran khusus yang bersifat pengetahuan, anak-anak kita perlu mempraktikkan berpancasila sejak menapaki sekolah dasar. Setiap sila Pancasila dapat dipraktikkan di setiap jenjang kelas, terus berulang meningkat sesuai kelasnya.

Lantas, bagaimana menumbuhkan pribadi anak-anak kita agar menjadi insan pancasilais? Bagaimana agar Pancasila terhayati dan terwujud dalam kehidupan bersama?

Pengalaman bermakna

Sesungguhnya aktivitas pendidikan di sekolah tidak terlepas dari pengamalan Pancasila. Seperti, untuk memulai pelajaran pagi, murid-murid berbaris di depan kelas, mengantre masuk kelas baris per baris. Mereka berdoa sebelum dan sesudah pelajaran sesuai agamanya. Mereka juga dibiasakan dibagi secara berkelompok sebagai regu kerja yang bertanggung jawab atas kebersihan kelas sesuai jadwalnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved