Breaking News:

Video Intip Pembuatan Kapal di Ketapang, Satu Unit Tugboat Dihargai Rp 15 Miliar

Terik matahari terasa menyengat hingga ke kulit. Tetapi, panasnya tak menghentikan para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan kapal tugboat

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terik matahari terasa menyengat hingga ke kulit.

Tetapi, panasnya tak menghentikan para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan kapal tugboat di pesisir Sungai Pelabuhan Pangkalbalam, Jalan Pasir Ketapang, Kota Pangkalpinang.

Satu unit tugboat butuh dana sekitar Rp 15 miliar untuk membuatnya.

Diketahui, selama Pandemi Covid-19, usaha pembuatan kapal sebagai peluang pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan.

Direktur Utama PT Pahala Harapan Lestari (PHL), Irwan Rudyanto, mengakuinya selama Pandemi Covid-19 membuat pergerakan operasional terbatas, termasuk pembuatan kapal.

"Pastinya selama pandemi ini sangat banyak perubahan-perubahan dalam operasional kita, yang melakukan berpergian kemana-mana terbatas. Dalam 2020 lalu sudah pandemi masih ada pengerjaan proyek kapal belasan unit. Sementara 2021 ini baru dua pengerjaan. Jadi pengaruhnya signifikan," jelas Irwan kepada Bangkapos.com, Rabu (2/6/2021).

Dia menjelaskan, dalam satu tahun perusahaan dapat pembuatan kapal tidak menentu, tergantung dari orderan pemesan kapal.

"Pernah kami menerima orderan sampai 10 unit pada 2011-2012, sampai kita menolak pesanan lagi. Tetapi, tahun ini 2021 ini baru dua unit. Jadi kita tergantung pesanan sesuai kemampuan dan kapasitasnya," kata Irwan.

Irwan menambahkan, PT PHL selain membuat kapal jenis tugboat juga pernah membuat kapal jenis lainya.

Seperti kapal feri, kapal perintis dan jenis kapal lainya.

Sejak berdiri tahun 1982 PT PHL telah membuat 134 kapal dari berbagai jenis dari harga Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar.

"Seperti kapal perintis untuk tol laut, kapal patroli dapat kita bikin di sini, kemudian kapal dari anggaran APBN juga ada dari Kementrian Perhubungan, Kementerian Kelautan, BUMN Pertamina dan Pelindo," terangnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved