Breaking News:

Advertorial

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel Narasumber Webinar Nasional Literasi Digital

Narasumber yang kedua Dr. Hadarah, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyampaikan lebih terfokus

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
IAIN SAS Bangka Belitung
Webinar Nasional Literasi Digital 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung mengadakan Webinar kerja sama dengan penyelenggara PT Permata Cendekia Indonesia, KSO PT Ratu Mas Globalindo dan PT Comlec Indonesia.

Webinar mengusung tema “Mengapa Literasi Digital Dalam Dunia Pendidikan Sangat Penting?” yang bertujuan untuk memberikan edukasi digital kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Bangka Barat dan provinsi  Bangka Belitung, Kamis (3/6/2021).

Narasumber Webinar Nasional Literasi Digital,  Ahmad Khoiri, M.Pd (Dosen UNSIQ), Dr Tauhid Nur Azhar ( Pembina NXG Indonesia), Fadilah Sabri, ST, M.Eng  (Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung).

Narasumber yang kedua Dr. Hadarah, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyampaikan lebih terfokus pada generasi alpha sebagai penggiat digital adalah kelompok terbaru yang lahir 2010 dan hidup di era yang serba digital. 

"Mereka duduk di bangku  kelas 2 atau 3 SD/MI saat ini, kita perlu membedakan generasi yang bukan alpha yakni;  penduduk yang lahir tahun 1940-1960 disebut baby boomer, yang lahir tahun 1960-1980 disebut dengan genarsi X, dan yang  lahir tahun 1981-1996 disebut generasi Y masuk dalam pase Milenial yang disebut generasi Z. Kemudian selanjutnya kelahiran generasi berikutnya diberi sebutan berdasarkan abjad A alias Alpha," ungkap Hadarah, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung 

"Kita tetap perlu optimis bahwa dunia digital akan memberikan banyak manfaat terutama pada perkembangan  kemampuan  mengembangkan aspek kecerdasan anak melalui penguasaan tekhnologi digital," lanjutnya.

Apalagi kata Hadarah bila dihadapkan juga dengan tantangan pedidikan abad 21. Literasi, teknologi, informasi dan komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan generasi alpha.

Menurutnya pendampingan orang tua dan guru mesti lebih ditingkatkan karena jejaring sosial adalah dunia mereka, terkadang sulit berkomunikasi dua arah inilah yang menjadi hal penting, pesan penting agar masyarakat selalu bertindak bijak sebagai penduduk di zaman baru ini.

"Kemudian media informasi digital bisa menjadi hal buruk jika penggunaannya tidak bijak dan hati-hati,  bagi siapapun yang merasa pernah mengupload hal negative, segeralah menghapusnya agar tidak menjadi rekam jejak digital yang akan merugikan karier dan masa depan," ujar hadarah.

Simpulan, materi yang disampaikannya adalah dunia digital menjadi zaman baru bagi generasi alpha, dan para orang tua dan pendidik wajib memahami dan lebih bijak dalam mendidik, sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW 'Didiklah anakmu sesuai zamannya dan jangan mendidik mereka dengan zamanmu karena mereka tidak lahir satu zaman denganmu'.

Kembali ia mengungkapkan, mulanya literasi hanya sebuah terma dipahami setiap orang dengan mudah, karena hanya bermakna kemampuan membaca dan menulis. Namun pada saat yang sama, literasi digital  mengemuka sebagai konsep yang terbukti kompleks dan dinamik.

Memberi kemudahan banyak aspek khususnya bagi peran guru dan dosen untuk akses dan publikasi karya monumental mereka,  terus berkembang hingga menjadi trendy kekinian dan anak generasi alpha hidup berdamai dengan dunianya selamanya.

"Bagi generasi X dan Y fenomena ini sebagai dasar perenungan, silahkan mengambil peran dan  interpretasikan dengan berbagai cara masing-masing (a multiplicity of ways), kharismatik seorang pendidik dan guru selalu menjadi utama namun tidak lagi cukup. Perlu kesadaran baru, perlu penguasaan tekhnologi digital  dan bisa mengaplikasikannya, silahkan belajar dan melatih diri jangan membiarkan anak kita hidup sendirian dengan dunianya sedangkan kita asing dengan mereka. Zaman akan selalu berubah tetapi adaptasi menjadi kunci utamanya," tutup Hadarah.

Dr. (Cand) Subardi, M.KPd selaku Koordinator Daerah dan sekaligus Dosen IAIN SAS Bangka Belitung mengatakan bahwa kegiatan Webinar Kemenkominfo ini merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk membangun kualitas SDM di era disrupsi.

“Upaya menyiapkan masyarakat menghadapi era disrupsi saat ini mutlak dilakukan. Pasalnya, perkembangan teknologi komunikasi dan informatika begitu pesat. Maka masyarakat kita perlu mendapat edukasi yang memadai,” kata Subardi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved