Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Hanya 79 SD dan 23 SMP Lakukan KBM Tatap Muka Terbatas di Bangka Tengah

Kegiatan aktivitas belajar (KBM) mengajar di tengah Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum terlaksana secara normal di wilayah Bangka Tengah.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
(bangkapos.com/Sela Agustika)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Iskandar 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kegiatan aktivitas belajar (KBM) mengajar di tengah Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum terlaksana secara normal, khsusnya di wilayah Bangka Tengah.

Berdasarkan data referansi dari Kementrian pendidikan dan kebudaayn total jumlah sekolah di Bangka Tengah terdapat 103 Sekolah Dasar (SD) dan 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Iskandar menyebutkan saat ini pihaknya mendata hanya 79 Sekolah Dasar (SD) dan 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bangka Tengah yang memberlakukan Sekolah Tatap Muka Terbatas (STMT).

Sementara sisa sekolah lainnya masih menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) dan Home Schooling.

"Memang saat ini ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan tatap muka terbatas, pihak sekolah membagi jam belajar dan jumlah siswa sesuai protokol kesehatan,”ujar Iskandar.

“Tetapi ada juga beberapa sekolah masih menerapkan BDR mengingat kondisi di masing-maisng daerah. Serta ada juga yang menerapkan home schooling, gurunya yang datang ke rumah siswanya,” katanya lagi.

Kata Iskandar, dalam menentukan perizinan aktivitas kegiatan belajar mengajar ini pihaknya melakukan kajian yang matang. Dinas Pendikdikan harus mempertimbangkan tinggi tidaknya potensi penyebaran Covid-19 di daerah yang berdekatan dengan sekolah tersebut.

"Jadi dalam penentuan perizinan aktivitas belajar mengajar ini tentu harus dengan kajian tepat meningat kondisi saat ini.”

“Daerah atau wilayah yang akan melakukan KBM tatap muka terbatas ini harus mendapat izin dari satgas covid-19 dan juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Ia meminta kepada sekolah-sekolah yang telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas untuk tetap patuh dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti mengunakan masker, menyediakan cuci tangan, dan tetap menjaga jarak saat proses belajar mengajar.

"Dengan penerapan prokes yang ketat ini kita berharap bisa menekan angka Covid-29 ini dan Bateng dapat kembali masuk dalam zona hijau, sehingga seluruh sekolah bisa melaksanakan aktivitas KBM tatap muka dengan baik," tuturnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved