Breaking News:

Tribunners

Memberdayakan Perikanan Tangkap

Instrumen hukum dan kelembagaan yang memadai diperlukan untuk dapat menerapkan kebijakan pembangunan perikanan tangkap.

Editor: suhendri
Memberdayakan Perikanan Tangkap
ISTIMEWA
Ridho Ilahi, SST, M.Stat - Fungsional Statistisi BPS Kabupaten Bangka

IKAN merupakan salah satu komoditas yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Di negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Peru, produksi dari perikanan selain bisa digunakan konsumsi pemenuhan kebutuhan protein hewani, juga merupakan sumber devisa berupa ekspor. Perikanan, seperti halnya sektor ekonomi lainnya, merupakan salah satu aktivitas yang memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan suatu bangsa.

Sebagai salah satu sumber daya alam yang bersifat renewable, pengelolaan sumber daya ini memerlukan pendekatan yang bersifat menyeluruh dan hati-hati. Pada mulanya, pengelolaan sumber daya ini banyak didasarkan pada faktor biologis semata, dengan pendekatan yang disebut maximum sustainable yield (tangkapan maksimum yang lestari) atau disingkat MSY.

Dalam pendekatan ini menjelaskan bahwa setiap spesies ikan memiliki kemampuan untuk berproduksi yang melebihi kapasitas produksi (surplus) sehingga apabila surplus ini dipanen (tidak lebih dan tidak kurang), maka stok ikan mampu bertahan secara berkesinambungan (sustainable). Dengan tercapainya tingkat MSY maka akan tercapai produksi yang maksimum secara ekonomi dan merupakan tingkat upaya yang optimal secara sosial.

Saat ini, kondisi ideal pembangunan perikanan Indonesia seyogianya memanfaatkan sumber daya perikanan beserta ekosistem perairannya untuk kesejahteraan umat manusia, terutama nelayan secara berkelanjutan (on sustainable basis). Untuk itu, kelima tujuan yang harus dicapai dalam pembangunan perikanan nasional, meliputi:

(1) Pemenuhan kebutuhan konsumsi produk perikanan untuk dalam negeri; (2) Peningkatan perolehan devisa; (3) Peningkatan produksi perikanan sesuai dengan potensi lestari dan daya dukung lingkungan; (4) Pemeliharaan kelestarian stok ikan dan daya dukung lingkungannya; (5) Peningkatan kesejahteraan nelayan.

Namun, kinerja pembangunan perikanan masih jauh dari harapan. Dikatakan demikian karena sebagian nelayan masih merupakan penduduk miskin, perolehan devisa yang relatif masih kecil, sumbangan terhadap PDB nasional yang masih relatif kecil, sementara beberapa stok ikan di beberapa kawasan perairan sudah mengalami kondisi tangkap lebih (overfishing).

Perikanan tangkap

Sektor perikanan tangkap merupakan jantung bagi terciptanya jutaan lapangan pekerjaan, devisa negara, hingga melahirkan usaha-usaha turunan di bidang perikanan yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), luas wilayah laut Indonesia yang dapat dikelola sebesar 5,8 juta kilometer persegi dengan potensi produksi lestari (MSY) perikanan tangkap laut sebesar 9,3 juta ton/tahun. Jika potensi pembangunan perikanan tangkap dikelola secara baik, masif, dan inovatif, maka dipastikan dapat menjadi salah satu sumber modal utama pembangunan.

Indonesia termasuk dalam jajaran negara pengekspor produk perikanan terbesar di dunia. Total ekspor produk perikanan tahun 2020 mencapai USD5,2 miliar (atau sekitar Rp72,8 triliun), di mana USD4,84 miliar berasal dari ikan konsumsi.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved