Breaking News:

Advertorial

Tingkatkan Kapasitas Jampidsus, Kejari Bangka Barat Ikuti In House Training Kejagung RI

Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne didampingi oleh Kasi Pidsus, dan para Jaksa di lingkungan Kejari Bangka Barat

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
Ist (Kejari Bangka Barat)
Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne didampingi oleh Kasi Pidsus dan para Jaksa mengikuti In House Training secara Virtual yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung RI, Kamis (03/05/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne didampingi oleh Kasi Pidsus, dan para Jaksa di lingkungan Kejari Bangka Barat menghadiri In House Training secara Virtual dengan tema "Memahami Secara Komprehensif Delik Pencucian Uang Dan Teknik Pembuktiannya", Kamis (03/05).

In House Training secara virtual ini di prakarsai oleh Kejaksaan Agung RI dengan narasumber yaitu JAMPIDSUS (Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus) Kejaksaan Agung RI Ali Mukartono serta Yunus Husein selaku ahli hukum perbankan dan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang pertama.

In House Training virtual yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung RI
In House Training virtual yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung RI (Ist (Kejari Bangka Barat))

Ali Mukartono dalam sambutannya mengatakan, kegiatan In House Training ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum (Jaksa) dalam memahami delik TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan bagaimana metode atau cara untuk membuktikannya.

"Sesuai dengan temanya yaitu memahami secara komprehensif delik pencucian uang dan teknis pembuktiannya, kita semua tentu berharap para Jaksa yang terkait semakin mendapatkan pemahaman bagaimana menangani dan melakukan pembuktian terkait dengan TPPU ini,"Ujarnya.

In House Training Kejagung RI yang dilaksanakan melalui virtual
In House Training Kejagung RI yang dilaksanakan melalui virtual (Ist (Kejari Bangka Barat))

Yunus Husein selaku salah satu narasumber menyampaikan, pencucian uang (Money Laundring) dapat berdampak negatif dengan hilangnya pendapatan negara dari sumber pembayaran pajak. Kepercayaan pasar akan terkikis karena kegiatan-kegiatan pencucian uang dan kejahatan-kejahatan di bidang keuangan (Financial Crimes) yang dilakukan di negara yang bersangkutan, tentunya ini sangat membahayakan negara Indonesia.

"Perkembangan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) ini menimbulkan kekhawatiran Internasional sebab dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas perekonomian, terutama dunia bisnis karena perputaran dana dalam jumlah besar yang terjadi secara cepat dari satu tempat ke tempat lain,"ungkapnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne berharap melalui In House Training ini, selain perkara tindak pidana umum dan tindak pidana khusus, perkara TPPU juga diangkat, seperti perkara narkoba yang ada TPPU nya atau perkara korupsi yang ada TPPU nya.

"Hubungan antara tindak pidana korupsi/ Narkoba dengan tindak pidana pencucian uang yaitu tindak pidana korupsi/Narkoba adalah kejahatan asal dari tindak pidana pencucian uang. Sebaliknya, tindak pidana pencucian uang adalah kejahatan lanjutan dari tindak pidana korupsi atau tindak pidana Narkotika," pungkasnya.

Kegiatan In House Training secara virtual ini diikuti sekitar 678 peserta yang terdiri dari Kejati, Kejari dan Cabjari terutama bidang Pidsus di seluruh Indonesia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved