Breaking News:

Berita Sungailiat

282 Calhaj Kabupaten Bangka Batal Berangkat ke Tanah Suci, Syaiful: Semoga Ada Keajaiban dari Allah

Sebanyak 282 calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Bangka dipastikan kembali batal diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Kepala Kemenag Kabupaten Bangka, H Syaiful Zohri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 282 calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Bangka dipastikan kembali batal diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji tahun 2021 ini.

Setelah pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI memutuskan tidak memberangkatkan seluruh jamaah haji asal Indonesia pada tahun 2021 ini, Kamis (03/06/2021) kemarin.

Kepala Kemenag Kabupaten Bangka, H Syaiful Zohri mengatakan sehubungan pengumuman resmi pemerintah yang disampaikan Menteri Agama RI kemarin,  seperti tahun 2020 lalu tidak ada calhaj Indonesia yang menunaikan ibadah haji.

"Meskipun Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum ada menyebutkan negara mana saja yang tidak boleh masuk untuk mengirimkan jamaah hajinya,  Arab Saudi hanya mengeluarkan negara-negara yang boleh masuk ke Arab Saudi namun itu tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan ibadah haji,"  jelas Syaiful Zohri ditemui di ruang kerjanya, Jumat (04/06/2021).

Diakuinya hingga saat ini belum ada alasan yang jelas mengapa pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan calhaj tahun ini, selain alasan masih adanya wabah pandemi Covid-19.

"Kami menduga mungkin waktu yang sudah mepet, sedangkan petugas haji kita tidak bisa masuk ke Arab Saudi untuk mengurus segala keperluan para jamaah saat menunaikan ibadah haji di sana," kata Syaiful Zohri.

Diungkapkannya, seperti untuk urusan pemesanan kamar hotel bagi 221.000 lebih calhaj Indonesia, biasanya dibutuhkan 50.000- an hotel. 

"Untuk mengurus hotel ini dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pemesanannya, karena kamar hotel untuk calhaj ini ada standar yang telah ditetapkan, tidak boleh sembarangan," ungkap Syaiful Zohri.

Ditambahkannya, belum lagi urusan transportasi pesawat, katering, bis sholawat  untuk angkutan jamaah selama di sana dan persoalan lainnya.

"Selain itu untuk di dalam negeri sendiri, petugas untuk memimpin rombongan jamaah haji dan petugas kloter juga belum ditentukan orang-orangnya, juga petugas tim medisnya, meskipun sudah ada seleksinya namun belum ada pengumuman hasilnya, siapa saja petugasnya," kata Syaiful.

Diakuinya untuk pengangkutan calhaj dari Indonesia ke Arab Saudi dibutuhkan waktu satu bulan, biasanya pertengahan Juni ini sudah mulai diberangkatkan untuk kloter pertamanya.

"Untuk Kabupaten Bangka sesuai daftar calhaj tahun 2020 ada sebanyak 282 orang, namun ada beberapa calhaj yang meninggal dunia, ini bisa digantikan dengan keluarga terdekatnya ataupun dikembalikan uangnya," saran Syaiful Zohri.

Iai berharap para calhaj tetap bersabar dan berprasangka baik, siapa tahu tiba-tiba ada pengumuman Indonesia boleh memberangkatkan calhajnya tetapi dalam jumlah sedikit atau terbatas, misalnya hanya boleh 10 persen saja.

"Kita doakan bersama semoga ada kemudahan dan keajaiban dari Allah SWT, semoga ada keputusan yang terbaik untuk pelaksanaan ibadah haji ini," ungkap Syaiful Zohri.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved