Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kedisiplinan Menjalankan Prokes Jadi Koreksi di Babel

Kedisiplinan menjalankan prokes menjadi penyebab lonjakkan kasus Covid-19 di Bangka Belitung.

Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM -- Kedisiplinan menjalankan prokes menjadi penyebab lonjakkan kasus Covid-19 di Bangka Belitung.

Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa dalam arahannya menuturkan bahwa, berdasarkan data Satgas Covid -19 Pusdalops BPBD Babel, jumlah kumulatif terpapar Covid-19 di Babel per tanggal 1 Juni 2021 pukul 21.00 WIB terkonfirmasi 18.387, selesai isolasi 16.409.

Melansir babelprov.go.id, Mikron Antariksa mengakan,  dalam minggu ini terjadi lonjakan masyarakat yang terpapar Covid-19, dikarenakan turunnya disiplin masyarakat dalam menjalankan prokes. 

Meningkatnya masyarakat terkonfirmasi positif Covid -19 juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia sehingga, menjadi perhatian Pemerintah Pusat, di mana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Pengananan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 terhitung mulai tanggal 1-14 juni 2021.

Lebih jauh Mikron menjelaskan, walau pun tingkat penularan Covid-19 akhir-akhir ini meningkat namun, seluruh kabupaten/kota yang ada di Babel , masih dalam zona oranye, dan sebanyak 6 kabupaten/kota selama ini telah melaksanakan PPKM mikro yang menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% dan Work From Office (WFO) sebesar 50% dengan menerapkan prokes yang ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar mengunakan online.

Plt. Kepala Dinkes Babel, Andre Nurtito di kesempatan ini menuturkan, vaksin sampai saat ini tercatat 184.620 dosis yang sudah disuntik sebanyak 135.000 dosis dan stok yang ada sebanyak 135.000 dosis.

“Tenaga kesehatan sudah melaksanakan vaksin mencapai 96%, untuk tenaga pelayanan masyarakat dan aparat sudah 50%, sedangkan untuk lansia yang sudah divaksin baru 24%. Yang menjadi penghambat dalam vaksin ini adalah kesediaan vaksin yang terbatas,” ujarnya.

Penyebab utama angka Covid-19 di Babel meningkat dinilai akibat silaturahmi pada saat pasca hari raya Idulfitri 1442 H, di bukanya kembali pusat keramaian, fasilitas publik, dan meningkatnya mobilitas dan perkumpulan masyarakat, serta kesadaran masyarakat menerapkan prokes rendah di tempat ibadah. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved