Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pantau Pembinaan Andikpas, Tim Ditbimkemas dan Pengentasan Anak Lakukan Uji Petik ke LPKA

Tim Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (Ditbimkemas dan PA) melakukan uji petik di LPKA Kelas II Pangkalpinang

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Ist Humas LPKA Pangkalpinang Redi dan Enggar
Tim Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (Ditbimkemas dan PA) melakukan uji petik di LPKA Kelas II Pangkalpinang, Jumat (4/6/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (Ditbimkemas dan PA) melakukan uji petik di LPKA Kelas II Pangkalpinang, Jumat (4/6/2021).

Kunjungan praktik tersebut dalam rangka melakukan pengumpulan data dan informasi terkait  penyempurnaan pedoman dan standar pengembangan sistem pembelajaran berkelanjutan bagi Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Pangkalpinang.

Baca juga: Gunakan Alat Blender, Satu Jam Pembobol ATM Sikat Rp 400 juta, Polisi Sebut Penjahat Profesional

Kegiatan Uji Petik itu dipimpin langsung oleh Kasi Pembinaan Anak Ditbimkemas dan PA, Surya Permana Barus beserta JFU Pendidikan, Indah Tri Wahyuni dan JFU Pelayanan Anak, Ina Imelga Leora Putranto.

Kedatangan Tim Ditbimkemas dan PA disambut langsung oleh Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang, Nanang Rukmana beserta Jajaran.

Kasi Pembinaan Anak Ditbimkemas dan PA, Surya Permana Barus menyebut, kehadiran tim uji petik adalah untuk melihat secara langsung apakah pembinaan bagi anak di LPKA Kelas II Pangkalpinang, baik pembinaan kemandirian maupun kepribadian sudah berjalan dengan baik atau belum.

"Setelah kami berkunjung ke Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang , bahwa sudah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan Pendidikan bagi anak di LPKA pada bulan Maret 2021, kami beranggapan bahwa sudah ada komitmen yang kuat dari LPKA Kelas II Pangkalpinang dan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang untuk memberikan Pendidikan bagi anak secara berkelanjutan meskipun anak tersebut berada di dalam LPKA," ungkap Surya Permana Barus dalam rilis kepada Bangkapos.com, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, pelaksanaan Pendidikan yang diberikan adalah Pendidikan non formal yaitu Pendidikan kesetaraan melalui kejar Paket A, B dan C. Hal ini tentunya menjadi modal yang sangat baik untuk menumbuhkan kepercayaan diri kepada anak serta menjadi bekal bagi anak setelah keluar dari LPKA.

"Kemudian hak anak yang sudah diamanatkan oleh peraturan perundang-udangan dapat dipenuhi meskipun anak tersebut berada di LPKA. Dari hasil kunjungan kami ke LPKA, kami melihat bahwa penyelenggaraan pendidikannya sudah berjalan dengan baik meskipun tidak formal," sebutnya.

Kata Surya, kedepannya yang perlu ditingkatkan adalah terkait sarana dan prasarana, perlu adanya ruang kelas yang memadai yang dilengkapi dengan meja dan kursi belajar serta perlengkapan pendukung lainnya.

"Sebagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung serta harus didukung oleh SDM yang kompeten sebagai guru dan petugas pendamping bagi anak," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved