Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Penanganan Covid-19 Pangkalpinang Fokus Tracing dan Vaksinasi, Dinkes Gencar Road Swab Keramaian

Vaksinasi petugas publik akan diprioritaskan untuk para pedagang pasar saja, sebab target vaksinasi untuk petugas publik hingga kini sudah melebihi

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menyebut, fokus penanganan covid-19 di Kota Pangkalpinang saat ini pada proses vaksinasi dan tracing hingga road swab dibeberapa tempat keramaian.

Kata Hakim, vaksinasi petugas publik akan diprioritaskan untuk para pedagang pasar saja, sebab target vaksinasi untuk petugas publik hingga kini sudah melebihi target.

Ada 14.466 vaksinasi tahap pertama yang sudah diberikan kepada putugas publik, atau sebesar 109,99 persen terealisasi dengan target sasaran awal sebanyak 13.152 orang saja.

"Kalau fokus pertama penanganan covid-19 kita pada proses vaksinasi yang sampai saat ini masih terus berjalan meskipun sudah sedikit kita batasi, lalu kita sekarang juga gencar melakukan tracing road swab ke tempat-tempat keramaian," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, road swab penting dilakukan di tempat keramaian disebabkan banyak masyarakat yang kadang sudah mengabaikan protokol kesehatan (Prokes).

"Jadi tidak masalah kasus kita terus meningkat setiap harinya, yang penting orang tanpa gejala itu segera ditemukan segera isolasi mandiri jangan sampai menularkan ke banyak orang lagi, dan masyarakat juga kadang sudah abai dengan prokesnya. Makanya tracing sekarang makin gencar kita lakukan," jelasnya.

"Kita juga lakukan swab antigen di Ramayana pusat perbelanjaan, tempat nongkrong, hiburan malam dan tempat keramaian lainnya," lanjutnya.

Hakim menuturkan, meskipun kasus covid-19 di Kota Pangkalpinang terbilang banyak dan terus bertambah setiap harinya namun kasus kematian covid-19 di Pangkalpinang cukup rendah.

"Kita total hingga kemarin ada 5.274 kasus konfirmasi, tapi angka kematian kasus konformasi  kita 68 kasus, ini sangat rendah dibandingkan daerah lainnya. Artinya meskipun kita kasusnya banyak tapi dengan gejala yang ringan tidak lagi berat," sebutnya.

Hakim menegaskan, meskipun sudah dilakukan vaksinasi protokol kesehatan harus tetap dijalankan, sebab masih ada 35 persen kemungkinan seseorang terpapar covid-19 meskipun sudah divaksin.

"Kan keakuratan vaksin itu 65 persen masih ada 35 persen kemungkinan orang sudah divaksin itu terpapar, kalau seseorang itu terpapar bisa saja tidak berat gejalanya karena sudah dibentuk antibodi dalam tubuhnya itu. Makanya protokol kesehatab tetap dijalanlan masker, jaga jarak, cuci tangan, dan hindari kerumunan itu tetap penting," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved