Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Perusahaan Tambak Udang di Desa Rias Diduga Serobot Lahan Warga Sebagai Akses Jalan

Seorang warga Toboali, Heri mengakui tanah miliknya yang berlokasi di Dusun Gusung Desa Rias telah diserobot oleh oknum pengusaha tambak udang.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jh
Heri saat menunjukkan sertifikat tanah miliknya yang diduga diserobot oleh oknum penambak udang di Dusun Gusung Desa Rias 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang warga Toboali, Heri mengakui tanah miliknya yang berlokasi di Dusun Gusung Desa Rias telah diserobot oleh oknum pengusaha tambak udang vaname.

Penyerobotan ini diakui oleh Heri adalah dengan menembok lahan menggunakan tanah puruh dan menjadikannya akses keluar masuk menuju tambak tanpa sepengetahuan dirinya sebagai pemilik lahan.

Tidak hanya ditembok dengan menggunakan tanah puruh, namun juga dipasangi sedikitnya lima tiang listrik layaknya jalanan umum.

"Lahan tersebut sudah saya beli dan punyai sejak 2017 lalu dan beberapa bulan terakhir saya baru mengetahui jika lahan saya telah diserobot oleh pengusaha tambak untuk dijadikan jalan keluar masuk oleh Perusahaan Tambak Haluan Jaya Sukses (HJS)," ungkap Heri pada Jumat, (04/06/2021).

Heri menyayangkan kejadian ini lantaran dirinya sebagai pemilik tanah tidak mengetahui jika tanahnya telah ditembok dan dijadikan jalan umum dengan luasan lebih kurang 6 hingga 7 meter.

Heri bahkan menegaskan jika pemilik tambak tidak meminta izin kepadanya selaku pemilik tanah.

"Tiba-tiba jalannya sudah ditembok dengan tanah kuning padahal tidak ada izin sama saya, seolah-olah tanah ini tidak ada pemiliknya," imbuhnya.

Heri mengakui hingga kini juga belum ada itikad baik dari perusahaan tambak udang untuk berkomunikasi dengannya padahal dirinya merupakan pemilik resmi tanah yang dibuat sebagai jalan.

"Kalau bisa diselesaikan baik-baik tidak perlu sampai ke pihak kepolisian, jangan sampai buka usaha malah lahan saya yang jadi korbannya. Saya juga pernah datang ke kantor Desa Rias untuk meminta mediasi tetapi sampai sekarang belum juga ketemu titik terangnya, hanya janji-janji saja," tegasnya.

Heri kepada awak media juga menegaskan jika memang tidak ada titik temu antara dirinya dan pengusaha tambak maka dirinya akan mengambil tindakan tegas dengan memblokade jalan ini dengan memotong pohon kelapa yang ditanaminya di tepian tanah miliknya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved