Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Mikron Antariksa Korbankan Jiwa Raga Bantu Masyarakat Bangka Belitung Tangani Corona

Mikron Antariksa pria kelahiran Pangkalpinang 29 Juli 1974 merupakan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bangka Belitung.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
istimewa
Mikron Antariksa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mikron Antariksa pria kelahiran Pangkalpinang 29 Juli 1974 merupakan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bangka Belitung. Selama menjabat Kepala BPBD dan Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 telah banyak pengorbanan dan prestasi diraih Mikron.

Mikron memiliki jiwa sosial yang tinggi dalam bekerja. Karena prinsip hidupnya ingin mengubah sesuatu harus dimulai dari kerangka berfikir, sehingga dapat bergerak maju kedepan.

Sebelum, menelisik lebih dalam kisahnya.
Nama Mikron Antariksa sendiri tergolong unik dikalangan publik selama ini.

Ketika orang menyebutkanya sering kali keliru dan tak sedikit yang salah menyapanya. Tetapi, ternyata ada arti serta makna tersirat yang menjadi doa dari kedua orang tuanya.

"Kata orang tua saya nama itu adalah doa. Beliau berharap walaupun kita orang kecil namun bisa melejit ke angkasa. Dari orang biasa menjadi orang luar biasa," jelas Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Sabtu (5/6/2021) mengawali perbincanganya.

Mantan Sekretaris DPRD Kota Pangkalpinang ini, sempat mengenyam Sekolah Kedinasan di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung sejak 1993 hingga 1997. 

Selain itu dia juga telah menempuh pendidikan S2 Ilmu Pemerintahan di Universitas Satya Gama 2003-2005.

"Sejak lulus SMA memang saya mengambil kuliah yang sifatnya ikatan dinas untuk dapat membantu orang tua. Karena pada saat itu ayah saya hanya seorang PNS guru dan anak-anaknya 5 orang sedang kuliah. Sehingga sedikit banyak ingin membantu orang tua dalam mensekolahkan anaknya. Alhamdulilah sebanyak 8 bersaudara semuanya sarjana, S1 semua, ada juga yang S3 dan S2 semuanya telah jadi PNS,"katanya.

Pilihan Mikron kuliah di STKS Bandung selain karena sekolah kedinasan, faktor lainya karena jiwa sosialnya yang tinggi, ingin dapat membantu orang banyak dan selalu ingin berbuat baik terhadap fakir miskin, membantu sesama sesuai dengan cita-citanya.

"Karena saya berminat sekolah di STKS itu ingin selalu membantu orang, mengajak orang selalu berbuat baik kepada orang lain. Saya memiliki ketertarikan mengenai permasalahan sosial kemanusian diasah, karena banyak sekali pengalaman hidup melihat kesusahan, penderitaan orang yang termarjinalkan belum tersentuh oleh pemerintah maupun pihak lainya,"katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved