Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Buaya Muncul di Kolong Kepuh Pangkalpinang, Molen Minta Tolong Hentikan Tambang, Jaga Ekosistem

Wali Kota Pangkalpinang, Maulana Aklil (Molen) meminta masyarakat untuk menjaga ekosistem terkait munculnya buaya di Kolong Kepuh.

Penulis: Magang2 | Editor: nurhayati
Instagram Maulan Aklil
Wali Kota Molen menanggpi kemunculan buaya di Kolong Kepuh, Bacang, Bukit Intan Pangkalpinang, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Wali Kota Pangkalpinang, Maulana Aklil (Molen) meminta masyarakat untuk menjaga ekosistem terkait munculnya buaya di Kolong Kepuh, Bacang, Bukit Intan Pangkalpinang,

Diberitakan Bangkapos sebelumnya, kemunculan buaya di Kolong Kepuh, Minggu (7/6/2021) sempat menghebohkan warga di sekitar lokasi.

Menurut Molen menyampaikan bahwa hal tersebut terjadi karena ekosistem satwa tersebut telah rusak.

"Makanya untuk masyarakat, ayolah bersama-sama kita jaga ekosistem lingkungan kita," ajak Molen.

Diakui Molen, munculnya buaya tersebut sangat berkaitan dengan maraknya tambang timah ilegal di Pangkalpinang, apalagi dengan harga timah yang kian melonjak saat ini.

"Kepada tambang ilegal di Pangkalpinang, tolonglah berhenti tolonglah dan juga perhatikan ekosistem kita," pintanya.

Ia menulai bukan salah buaya jika mereka memasuki pemukiman penduduk.

Mungkin saja saat ini, buaya-buaya tersebut kesulitan mencari makanan dihabitat aslinya.

"Kasihan juga buaya itu mungkin kesulitan cari makanan mereka, lingkungan mereka yang mungkin tidak ada lagi, kita turut prihatin juga melihat kondisi ini," sebutnya.

Molen menyebut, hingga kini pihaknya terus menindak tegas tambang-tambang ilegal di Pangkalpinang

Bahkan dalam Perda Nomor 7 tahun 2019 tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat jelas jika Tambang Inkovensional (TI) dilarang di Kota Pangkalpinang

"Dengan harga timah yang tinggi, otomatis orang akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan timah tersebut, padahal dalam Perda kita sudah jelas Pangkalpinang tidak ada aktivitas tambang. Tim kita terus menindak tegas TI yang ada," ungkap Molen.

(Bangkapos.com/ Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved