Breaking News:

Gubernur Erzaldi Inginkan Program Food Estate Gantikan Ketergantungan Pada Sektor Pertambangan

Pemerintah pusat berencana menjadikan Kepulauan Bangka Belitung sebagai pusat industri pangan dan penyanggah ketahanan pangan nasional.

Penulis: iklan bangkapos
Editor: El Tjandring
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM - Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), program strategis nasional lumbung pangan atau yang kerap disebut food estate di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diharapkan dapat mengimbangi pendapatan di sektor pertambangan dengan pemberdayaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Erzaldi Rosman saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penyediaan, Kelayakan Lahan, dan Arahan Kebijakan terkait Food Estate secara virtual, Senin (7/6/2021).

Aktivitas pertambangan liar di Babel, dewasa ini semakin masif yang berdampak pada kerusakan lingkungan, penurunan kualitas air bersih, bencana longsor, dan banjir. Maka diperlukan suatu program subtitusi penghasilan masyarakat di sektor pertambangan, salah satunya food estate ini.

Dirinya menyambut baik dan mendukung rencana pemerintah pusat tersebut. Pemerintah pusat berencana menjadikan Babel sebagai pusat industri pangan dan penyanggah ketahanan pangan nasional.

"Disamping kesejahteraan masyarakat meningkat, tujuan menimalisir degradasi lahan dan kerusakan lingkungan dapat terwujud," ungkapnya.

Gubernur Erzaldi mengutarakan hal tersebut dapat diwujudkan asalkan komoditi yang ditanam bernilai ekonomi tinggi dan pembelinya sudah ada, baik di sektor hortikultura, perikanan, perkebunan, maupun peternakan.

"Intinya, kepada Tim Pokja dalam penyusunan KLHS, agar food estate ini dijadikan dengan pemberdayaan masyarakat, komoditinya harus memiliki valuasi yang tinggi dipasaran," ujarnya.

Orang nomor satu di Babel itu juga menambahkan, pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan krisis pangan yang terjadi di dunia. Maka kita harus menyiapkan terobosan dalam menghadapi dampak krisis pangan seperti saat ini.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah mereformasi struktural di segala bidang, termasuk untuk ketahanan pangan. Reformasi struktural ketahanan pangan ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

"Atas petunjuk tersebut, Babel sebagai daerah kepulauan harus memacu produktifitas dibidang perikanan dan tanaman pangan sebagai momentum kemandirian pangan," pungkasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved