Breaking News:

Lima Hari Setelah Pinjaman Online, Guru Honorer Mulai Terima Ancaman hingga Diteror Jual Diri

Memasuki hari kelima setelah peminjaman, pada 25 Maret 2020 Afifah mulai ditagih dan diancam identitas lengkapnya akan disebar

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Pinjaman Online 

BANGKAPOS.COM - Seorang ibu dua anak bernama Afifah (27) sedang mengalami kesulitan finansial.

Afifah membutuhkan uang untuk membeli susu dan kebutuhan anaknya.

Sebagaimana dilansir Bangkapos.com dari Intisari-Online.com, dengan judul Diteror Jual Diri untuk Lunasi Utang Pinjaman Online, Afifah Depresi Terperangkap 20 Pinjol hingga Ratusan Juta

Guru honorer di Semarang itu pun melihat aplikasi pinjaman online Pohon Uangku di ponselnya pada 20 Maret 2021 dan mengunduhnya.

Setelah mengikuti langkah-langkah persyaratan, Afifah mengajukan pinjaman Rp 5 juta.

Menurut penjelasan aplikasi tersebut, pinjaman Rp 5 juta dibayar dengan jangka waktu 91 hari dengan bunga 0.04 persen.

Baca juga: 4 Fakta Baru Karyawan Dalang Perampokan Optik Internasional Pangkalpinang, Nomor 3 Motif Terungkap

Baca juga: Anang Hermansyah Geram Viral Ukulele Pengamen Jalanan Dipatahkan Oknum Satpol PP

Cerita Afifah yang terjerat 20 pinjaman online
Cerita Afifah yang terjerat 20 pinjaman online (KOMPAS.com/istimewa)

Tak lama kemudian, ia menerima transfer uang Rp 3,7 juta.

Namun, Afifah merasa janggal karena mendapat transfer dalam waktu singkat.

Karena takut, uang itu pun ia simpan dan tidak diambil.

Tak ada tanda tangan elektrik untuk persetujuan saat pinjaman pertama tersebut, hanya diminta mengirimkan foto KTP dan identifikasi wajah.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved