Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Limbah Medis Meningkat, Kadinkes Pangkalpinang Sarankan Pasien Isolasi Mandiri Gunakan Masker Kain

Saat ini baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah yang memiliki alat pembakar limbah atau insinerator.

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Bangkapos.com/Khamelia
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menganjurkan masyarakat untuk mengenakan masker kain 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Selain fokus pada penanganan pasien, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berupaya disiplin dalam pengelolaan limbah medis bekas pakai, baik itu masker, rapid tes, swab tes, hingga hazmat bekas pakai menangani pasien covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim (MH) menyebut limbah medis selama pandemi covid-19 sudah pasti meningkat, sebab pelaksanaan rapid tes hingga vaksinasi terus dilaksankan.

Adapun limbah medis yang dihasilkan terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), sarung tangan medis, hingga alat pengambil sampel, dan jarum suntik bekas vaksinasi.

Kata Hakim, semuanya akan ditampung kedalam kantong berwarna kuning, yang berarti sampah infeksius atau berbahaya.

Hakim mengatakan tingginya aktivitas Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dalam menangani penyakit infeksius di masa pandemi menjadi faktor peningkatan volume sampah medis, termasuk proses vaksinasi.

Kata Hakim, saat ini laporan penanganan limbah medis dari Fasyankes dilakukan per minggu. Sementara untuk pengolahan limbah medis pun pengelolaan serta distribusinya sudah tercatat secara detail.

Saat ini baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah yang memiliki alat pembakar limbah atau insinerator.

"Dibuang ketempat khusus dulu, setelah itu dikumpulkan masukan kedalam pelastik kuning yang sudah disediakan, lalu dikirimkan ke rumah sakit untuk pembuangan akhir dan pembakaran," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Senin (7/6/2021).

"Limbah medis infeksius dibakar dalam tungku pembakaran, mengkonversi materi padat sampah menjadi materi gas dan abu (bottom Ash dan fly Ash)," lanjutnya.

Menurutnya, pengolahan limbah medis tersebut memang sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tersendiri.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved