Breaking News:

Berita Kriminalitas

Meski Uang di ATM Center Megamart Tidak Berhasil Dicuri, Bank Sumsel Babel Alami Kerugian Ini

Ramli Sinin bersyukur dalam kejadian pembobolan mesin ATM di ATM Center Mega Mart lalu, mesin ATM Bank Sumsel Babel tidak mengalami kehilangan uang

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
ATM Center di Mega Mart Sungailiat yang dibobol kawanan perampok padadibobol Jum'at (4/6/2021) hingga saat ini masih dipasang garis polisi. 

Diakui Budi, pada malam kejadian itu memang tidak ada pihak satpam yang berjaga di areal lokasi, karena para petugas satpam yang bertugas di Mega Mart ini hanya bertugas mulai jam 07.00 wib hingga pukul 21.30 WIB sesuai jam operasional Mega Mart.

"Untuk penjaga malam yang menjaga Kawasan Mega Mart ini saat malam hari memang tidak ada yang berjaga, kita tanya memasang kamera CCTV di beberapa titik saja," imbuh Budi.

Diakuinya petugas keamanan hanya bertugas dua shift saja atau bertugas menjaga keamanan sesuai jam operasional Mega Mart saja.

Menurutnya hingga saat ini pihak bank belum ada yang menyalahkan pihak Mega Mart, namun semua rekaman CCTV yang berkaitan dengan kejadian ini semuanya sudah kita diserahkan kepada penyidik. 

"Untuk perjanjian sewa menyewa lokasi ATM Center ini saya tidak tahu bagaimana isi perjanjiannya, memang ATM ini beroperasi 24 jam untuk keperluan listrik disiapkan pihak Mega Mart," kata Budi.

Diserahkan ke Pihak Ketiga

Asisten Manager Operasional BRI Cabang, M Nur Yamin.
Asisten Manager Operasional BRI Cabang, M Nur Yamin. (Bangkapos.com/Edwardi)

Menanggapi kejadian pembobolan mesin ATM BRI di lokasi ATM Center Mega Mart Sungailiat, Pimpinan Cabang BRI Sungailiat Felix Pakpahan melalui Asisten Manager Operasional BRI Cabang, M Nur Yamin mengatakan pihak BRI Sungailiat pada hari kejadian Jumat (04/06/2021) pagi sudah melaporkan secara resmi ke Polres Bangka.

"Untuk jumlah nilai real uang di ATM BRI yang dicuri di ATM Center Mega Mart Sungailiat belum bisa saya ungkapkan ke publik, karena BRI dalam pengurusan pengelolaan ATM di sana dilakukan pihak ketiga atau vendor," kata Nur Yamin.

Ditambahkannya, untuk kewenangan mengisi uang, membuka mesin ATM, data transaksi di ATM, CCTV di mesin ATM  dan lainnya diserahkan kepada pihak ketiga atau vendor yang sudah memiliki perjanjian kerjasama (PKS) dengan BRI.

"Untuk kerugian pihak BRI diantaranya mesin ATM tersebut milik BRI dan harganya juga lumayan, sedangkan untuk uang yang terdapat dalam mesin ATM memang yang mengelolanya pihak vendor namun tentunya sudah ada safety karena hampir semua bank sudah mengantisipasi dengan asuransi," jelas Nur Yamin.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved