Breaking News:

Heli Polda Babel Kejar Kapal Hantu

Nahkoda dan Muatan Kapal Hantu Masih Misteri, Polda Babel Lakukan Langkah Ini

Menurut Anang, gestur tanah dan kubangan lumpur Tajung Jati berbeda dengan di Bangka Belitung, yang condong dan terbilang keras

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/Anthoni Ramli
Ekspose tangkapan kapal Hantu oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Misteri muatan 'kapal hantu' yang diamankan Polda Babel di hutan bakau Tanjung Jati Kabupaten OKI Sumatera Selatan, Sabtu (5/6/2021) kemarin belum terkuak.

Tak cuma itu, sejumlah orang yang ada di atas kapal bermesin Rp300 juta itu pun belum tertangkap.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, tak ingin berandai andai terkait muatan serta temuan apa saja diatas kapal tersebut.

Pasalnya sampai saat ini nahkoda dan ABK kapal belum berhasil dimankan pihaknya.

"Kalau muatannya sampai saat ini belum bisa kami pastikan apa saja, karena nahkoda dan ABK-nya, belum tertangkap.  Kalau tertangkap baru kita bisa tahu, barang bawaannya apa, dari mana,  siapa yang mendanai," ujar Anang dalam konfrensi pers di gedung Tribrata Polda Babel, Senin (7/6/2021)

Anang, tak menampik jika pihaknya kesulitan memburu jejak nahkoda dan ABK kapal. Sebab, tak ada akses jalan menuju lokasi bakau.

Anggota, terpaksa berjalan kaki diatas kubangan lumpur kurang lebih ratusan meter dari bibir pantai.

"Kalau dari bibir pantai kurang lebih 70 hingga seratus meter untuk sampai ke lokasi kandasnya kapal.  Dan itu lumpurnya sangat dalam dan anggota harus berjalan kaki," jelas Anang

Menurut Anang, gestur tanah dan kubangan lumpur Tajung Jati berbeda dengan di Bangka Belitung, yang condong dan terbilang keras.

"Kalau tanah yang disana (OKI) lembek,  tidak kayak disini keras jadi agak mudah untuk kita menjangkau ke TKP," jelasnya.

Saat ini ada tiga hal yang menjadi atensi jajaran Polda kepulauan Bangka Belitung.  Pertama memburu tersangka bedasarkan jejak yang ada.

Mencari barang bukti yang sempat dibuang pelaku ke laut. Dan yang ketiga kita berusaha mengevakuasi kapal hantu yang masih terbenam di laut.

"Ada tiga hal yang perlu kita kerjakan,  yang pertama kita mencari tersangka bedasarkan jejak dan diperkirakan 4 orang, kedua kita berusaha mencari barang bukti yang dibuang di laut, dan yang ketiga kita berusaha mengevakuasi kapal yang terbenam berada di lumpur yang cukup dalam sepinggang manusia orang dewasa," tukasnya

"Dan proses itu membutuhkan waktu yang cukup panjang dan membutuhkan waktu dan kemampuan khusus untuk bisa mengevakuasi kapal itu," tambahnya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved