Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Selama Isolasi Mandiri Eka Rendam Sampah Masker dengan Antiseptik

Selama 14 hari ibu rumah tangga bersama keluarganya itu harus melakukan isolasi mandiri usai hasil swab PCR nya dinyatakan positif sars-cov2

bangkapos.com/magang mahasiswi UMN
Ilustrasi Covid-19 dan masker 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Eka (27) warga Kelurahan Semabung Lama baru satu minggu dinyatakan lepas pemantauan atau sembuh dari covid-19.

Selama 14 hari ibu rumah tangga bersama keluarganya itu harus melakukan isolasi mandiri usai hasil swab polymerase chain reaction (PCR) nya dinyatakan positif sars-cov2 atau Coronavirus (covid-19).

Sejak dinyatakan positif Eka melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Semabung lama bersama anak dan suami serta adiknya yang tinggal bersama.

Selama karantina itu pula, Eka memutuskan untuk tetap menggunakan masker sebab hasil swab putrinya yang kedua dinyatakan negatif hal ini membuatnya risau apakah sang anak terpapar atau tidak.

Sementara jika dipisahkan tak mungkin anaknya yang masih berumur 3 tahun itu mau dipisahkan darinya.

Dengan demikian agar tetap terjaga, Eka memutuskan selama di rumah ia tetap menggunakan masker.

Kata Eka, kurang lebih habis dua box masker medis yang ia gunakan bersama keluarga saat isolasi mandiri.

Dan untuk sampah medis berupa masker bekas pakai sendiri Eka tak gabungkan dengam limbah rumah tangga. Limbah masker ia kumpulkan di sebuah wadah plastik berisikan air rendaman antiseptik.

"Jadi kalau limbah masker saya kumpulkan di plastik terus saya isikan air campuran antiseptik, nah direndamkan di situ maskernya, kalau penuh ganti plastik lagi, yang penuh diikat sampai selesai isolasi itu ada dua plastik terus saya kasih ke Puskesmas," ungkap Eka kepada Bangkapos.com, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, hal itu ia lakukan sebab membaca informasi melalui media elaktronik, sampah medis masker akan lebih baik jika direndamkan antiseptik terlebih dulu.

"Saya ada baca kalau sampah medis direndamkan antiseptik dulu, terus saya tanya Puskesmas kayanya emang gitu nanti kalau sudah selesai limbahnya diantar ke Puskes lagi sekalian ambil surat sehat bebas covid-19," bebernya.

Sementara Nabil berbeda dengan Eka, limbah masker yang digunkannya digabungkan dengan sampah limbah rumah tangganya sehari-hari.

"Kalau masker kemarin gabung dengan sampah biasalah, tidak ada metode-metode terus kan di rumah terus ga keluar jadi jarang pakai masker," ujarnya.

Eka warga Kecamatan Air Itam itu dinyatakan positif covid-19 usai terpapar dari sang kakaknya baru saja balik dari Palembang.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved