Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Semakin Banyak Investor Masuk, Bakeuda Sebut Kian Menambah PAD Kota Pangkalpinang

Budiyanto menyebut, semakin banyaknya investor seperti restoran hingga ritel modern yang masuk Kota Pangkalpinang tentu berpengaruh pada Pendapatan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang, Budiyanto menyebut, semakin banyaknya investor seperti restoran hingga ritel modern yang masuk Kota Pangkalpinang tentu berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang.

"Kalau investornya berupa restoran sudah pasti pajak restorannya masuk ke kita, belum lagi pajak reklamenya, kalau seperti ritel modern Indomaret Alfamart itu pajak reklamenya masuk ke kita, sudah pasti membantu meningkatkan PAD kita," ungkap Budi kepada Bangkapos.com, Senin (7/6/2021).

Kata Budi, 10 persen dari penghasilan restoran tersebut wajib dibayarkan pajak restorannya. Belum lagi saat investor menggunakan aset milik pemkot akan lebih menambah PAD.

"Pajak restoran 10 persen dari penghasilanya itu. Belum lagi nanti investor sewa aset pemkot seperti pizza hut masuk lagi ke PAD, tapi tergantung investor itu mau pakai aset pemkot atau milik masyarakat," ujar Budi.

Budi menyebut, kalau seperti Indomaret dan Alfamart jenis ritel modern masuk ke dalam pajak reklame.

"Reklame besar yang bertuliskan Indomaret dan Alfamart itu pajaknya masuk ke kita, semakin banyak mereka buka semakin meningkatkan PAD kita sebetulnya," bebernya.

Budi mengatakan, program yang diluncurkan Pemkot Pangkalpinang dengan sinergi bersama Kejari Kota Pangkalpinang yakni ‘Pendekar’ diyakini dapat mencapai target PAD yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp79 Milliar.

Budi berharap, dengan segala bentuk program yang diberikan ini dapat meringankan hingga membuat kesadaran para wajib pajak untuk terus patuh kedepannya.

"Jadi kalau dendanya sudah kita ringankan masyarakat mungkin yang sebelumnya malas untuk berikutnya jadi patuh dan terus lancar bayar pajak. Karena kebijakan dan segala program yang kita berikan ini masyarakat jadi sadar dan mau bayar dan patuh," ujarnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved