Breaking News:

Tambang Timah Ilegal Rusak Sumber Air Baku PDAM di Bangka Belitung

Selain persoalan kondisi air baku yang terganggu sarana dan prasarana untuk mengairi sejumlah wilayah masih sangat minim saat ini

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/Riki Pratama
Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Jantani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Jantani mengatakan, persediaan air baku sumber air PDAM di Provinsi Bangka Belitung terganggu akibat aktivitas tambang timah inkonvensional (TI) ilegal.

Selain persoalan kondisi air baku yang terganggu sarana dan prasarana untuk mengairi sejumlah wilayah masih sangat minim saat ini.

"Air baku itu yang harus kita selalu perhatikan. Tetapi, permasalahanya adanya aktivitas tambang, merusak lingkungan, sehingga makin berkurang kualitas air bakunya,"jelas Jantani kepada Bangkapos.com, Senin (7/6/2021) di kantor gubernur.

Akibat terganggunya sumber air baku, kata Jantani, membuat makin besar biaya dan pengelolaan yang menggunakan sarana dan prasarana.

"Karena makin besar biaya berdampak pada pengelolaan air hingga air bisa dikonsumsi. Untuk peningkatan sarana dan prasarana kami berkoordinasi dengan instansi terkait dari balai SDA, cipta kerja terutama untuk perpipaan yang sampai menyambung ke rumah-rumah warga,"terangnya.

Menurutnya, sarana dan prasarana untuk pengairan di Babel saat ini jauh dikatakan cukup. Di mana butuh penambahan dan pendanaan yang khusus untuk memperhatian fasilitas di PDAM.

"Persedian air bersih di Babel kita ini kalau untuk ketersedaian air baku saja yang terancam kalau fasilitas bisa kita penuhi. Dan rencana kita selalu berkoordinasi dahulu membuat master plant rencana air minumnya ke arah mana baru kita eksekusinya berlahan setiap tahun,"katanya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved