Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Danrem 045/Gaya jadi Mentor di Acara Kuliah Kebangsaan Mahasiswa Unmuh Babel  

omandan Korem (Danrem) 045/Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto,  memberikan kuliah kebangsaan kepada Mahasiswa

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
istimewa
Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto,  memberikan kuliah kebangsaan kepada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Unmuh. (Ist/Korem) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komandan Korem (Danrem) 045/Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto,  memberikan kuliah kebangsaan kepada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bertema "Implementasi wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme untuk generasi Z yang berkeunggulan".

Kuliah kebangsaan berlangsung, Selasa (8/6/2021) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Babel, lantai 4 JaIan KH A Dahlan Mangkol  Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah.

Danrem mengawali materinya tentang ancaman yang di hadapi oleh suatu bangsa yaitu ancaman Militer dan non Militer.

ancaman militer yaitu ancaman yang menggunakan kekuatan senjata, sementara non Militer adalah ancaman yang tidak ada sifat fisik serta bentuknya yang tidak terlihat secara kasat mata yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, kesehatan dan lainnya.

Pada kesempatan itu,  Danrem juga menggambarkan bahwa  kondisi saat ini pada era keterbukaan dan dunia tanpa batas yang membawakan perubahan, dunia tanpa batas tidak ada yang abadi semua bisa berubah. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri.

"Sedangkan generasi Z adalah generasi yang diwarnai digital, gadget dan medsos. Diperlukan sikap bijak dalam penggunan medsos agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain ," ujar Danrem, Selasa (8/6/2021).

Jenderal bintang satu itu juga menjelaskan arti dari  bela negara yakni, sikap dan perilaku warga negara untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Dijiwai oleh kecintaannya terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dimana dasar hukumnya pada UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3 dan UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 dan 2.

"Mengapa harus dibela, karena negara merupakan kesatuan sosial politik, peran dan fungsinya sangat besar bagi kepentingan warga dalam rangka pengembangan sebagai manusia maupun bangsa," katanya

Menurutnya bela negara mempunyai 5 dasar yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban dan kemampuan awal dalam Bela Negara

"Tingkatkan iman dan taqwa,  menjadi agen perubahan, dapat menjadi contoh yang baik di lingkungan kampus disiplin tekun dan semangat dalam menuntut ilmu. Selain itu peduli, berbuat dan berkarya untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara selanjutnya berbuat yang terbaik, tulus, ikhlas dalam pengabdian kepada bangsa dan NKRI," harapnya. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved