Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kabar TPP ASN Ingin Diturunkan, Pegawai Ini Minta Jangan Terlalu Besar Ada Pinjaman Bank  

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pemprov Bangka Belitung (Babel), sedang disorot. Pasalnya, setiap tahun Pemprov Babel harus mengeluarkan anggaran

Bangkapos.com/dok
ILUSTRASI: Hari pertama masuk kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Provinsi Bangka Belitung melakukan apel bersama dan halal bihalal pasca libur Lebaran Idul Fitri, pada Senin (17/5/2021) pagi, di halaman kantor gubernur. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pemprov Bangka Belitung (Babel), sedang disorot. Pasalnya, setiap tahun Pemprov Babel harus mengeluarkan anggaran Rp329,8 miliar untuk membayar tambahan penghasilan (TPP) ribuan pegawai.

Sehingga secara langsung TPP ini berdampak pada belanja pegawai pemprov yang mencapai 36 persen dari APBD yang menjadi sorotan Kementrian Keuangan Sri Mulyani, yang menganggap terjadi pemborosan.

Mengenai hal tersebut, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pemprov sedang berupaya untuk menghitung ulang dan berencana melakukan penyesuaian/penurunan TPP ASN dalam waktu dekat.

Informasi rencana penurunan TPP telah santer menjadi pembicaraan dikalangan ASN di Pemprov Babel, seorang pegawai mengharapkan bila penurunan TPP terjadi tidak langsung dengan jumlah besar.

"Besar harapan kita selaku ASN jangan sampai turun, kalaupun turun jangan terlalu besar, walaupun besar juga harus dilakukan secara bertahap. Kenapa secara bertahap, karena biasanya PNS ini kebutuhanya sudah diplot masing-masing ada juga pinjam duit di Bank jadi harapanya hanya di TPP itu," jelas MS yang namanya minta disamarkan kepada Bangkapos.com, Selasa (8/6/2021).

Tetapi, sebagai Aparatur Sipil Negara mereka mengakui harus menuruti setiap kebijakan yang telah dilakukan oleh pimpinan.

"Kalau kita selaku ASN ikutin apa kata pimpinan, ketika TPP turun ya tidak apa-apa karena kondisi kita saat ini, memang anggaran sedang turun akibat pemasukan APBD yang berkurang larena penanganan Covid-19, sehingga pemasukan pajak berkurang terus, berdampak pada anggaran APBD kita, sehingga saya memaklumi itu. Tetapi kami bertahap penurunan jangan sekaligus harus secara bertahap,"harapnya.

Di mana sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Bangka Belitung, Fery Insani, menyampaikan, mengenai belanja pegawai tertinggi berada di Babel mencapai 35 persen.

Mereka sedang membahas persentase untuk berencana penghitungan ulang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pegawai Pemprov Babel.

"Itu kami sedang membahasnya, Bappeda menyarankan penghitungan ulang terhadap TPP pegawai. Sehingga dilakukan penyesuaian, sehingga ambang batas itu masih bagus kita berharap 35 persen belanja pegawai turun di bawah 35 persen dengan melakukan penyesuaian," jelas Fery.

Fery mengatakan nantinya persentase untuk belanja pegawai akan diturunkan hingga mencapai 29,85 persen.

"Itu hitungan sementara dari 35 persen turun menjadi 29,85 persen, diharapkan para pegawai dapat memahami ini. Mohon kepada OPD dapat memaklumi, karena pendapatan kita berkurang. Kita melakukan penyesuaian terhadap TPP, berapa besaranya masih kita hitungan dan dilaporkan ke gubernur,"ujarnya.

Dia menegaskan kembali, penyesuaian TPP ini dilakukan karena pendapatan daerah berkurang sehingga berdampak pada APBD yang berkurang hampir Rp400 miliar, sementara belanja pegawai tetap, sehingga membuat persentase menjadi naik menjadi 35 persen.

"Kalau 35 persen untuk belanja pegawai kemudian 65 persen itu untuk belanja publik dan belanja macam macam. Karena banyak anggaran terkait belanja yang dilakukan refocusing mencapai Rp 406 miliar kita menjaga kas," ujarnya.

"Kalau sudah Insa Allah dalam waktu dekat akan berkurang di bawah 30 persen, kapan mulainya Juli sampai Desember tidak bisa dielakkan lagi. Harapan kita untuk dapat memaklumi, karena kondisi keuangan kita menurun sementara kita harus fokus dalam penanganan pandemi," tegasnya.(Bangkapos.com.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved