Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kartu Kendali Gas Elpiji 3 Kilogram Pemprov Bangka Belitung Baru Tahapan Sosialisasi dan Pendataan  

Penggunaan kartu kendali untuk pemerataan dan menjamin ketersediaan gas subsidi elpiji 3 kilogram Pemerintah Provinsi Bangka Belitung

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kabag SDA BUMD dan Penyertaan Modal, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembanguanan Setda Pemprov Babel, Doni Golput.(Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penggunaan kartu kendali untuk pemerataan dan menjamin ketersediaan gas subsidi elpiji 3 kilogram Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah memulai mensosialisasikan program tersebut.

Program ini baru tahapan sosialisasi, belum penggunaan kartu, karena masih dilakukan pendapataan oleh masing kabupaten/kota untuk penerima kartu kendali.

Kabag SDA BUMD dan Penyertaan Modal, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembanguanan Setda Pemprov Babel, Doni Golput, mengatakan, mereka sudah melakukan tahapan sosialisasi kepada aparatur kelurahan, kecamatan diseluruh kabupaten/kota termasuk ke agen dan pangkalan gas se-Babel berkaitan bakal diterapkanya kartu kendali gas elpiji 3 kilogram.

"Kita minta agar kabupaten/kota segera menyampaikan data yang lengkap penerima kartu ini. Soal penerapan kartu belum dilakukan, kita masih sosilisasi dan pendataan dahulu. Karena yang baru ada data ini kabupaten Bangka 70.030 KK, Belitung Timur 24.605 KK data yang masuk ke kita,"jelas Doni kepada Bangkapos.com, Selasa (8/6/2021).

Dia menjelaskan program kartu kendala kendali gas elpiji 3 kilogram dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah mencegah penyimpanagan pembelian yang selama ini terjadi di masyarakat.

"Sehingga nanti apabila mereka yang terdata dapat menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Kemudian seharusnya target pendataan kita harus sudah selesai di awal bulan, tetapi kita berikan waktu lagi ke kabupaten/kota hingga satu Minggu kedepan,"terangnya.

Doni memastikan dengan adanya kartu kendali gas elpiji 3 kilogram ini dapat menekan penyimpanagn penjualan sehingga masyarakat yang memang terdata dapat menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

"Sebenarnya kalau ditabung itu ada tulisan untuk masyarakat miskin, tetapi kita mengkaper ada empat kategori, yaitu rumah tangga, kemudian usaha mikro bukan UMKM, kemudian nelayan sasaran, dan petani sasaran,"jelasnya.

Menurutnya tidak semua petani, dan nelayan bisa menerima kartu gas elpiji tiga kilogram, karena nelayan dan petani sasaran telah diatur dalam Peraturan Presidsn nonlmor 38 tahun 2019.

Doni juga menjelaskan berkaitan dengan aduan apabila ada masyarakat yang merasa berhak tetapi tidak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, nanti bakal dibuka layanan aduan apabila ternyata penerima tidak sesuai kriteria.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved