Breaking News:

Berita Bangka Barat

Meresahkan, Kades dan Camat Parittiga Beberkan Kondisi Penambangan Perairan Kelabat Dalam  

Kepala Desa Bakit, Rusli mengaku kian prihatin, terkait banyaknya para penambang timah yang melakukan aktivitas di perairan teluk kelabat dalam

bangkapos.com
Rapat pembahasan Perairan Teluk Kelabat dalam, di ruangan OR II Pemkab Bangka Barat, Selasa (08/06/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Desa Bakit, Rusli mengaku kian prihatin, terkait banyaknya para penambang timah yang melakukan aktivitas di perairan teluk kelabat dalam.

Hal tersebut diungkapkan saat melakukan rapat pembahasan bersama Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, forkopimda dan masyarakat Desa Bakit di ruang OR II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat.

"Pada Desember sudah kosong waktu ada penertiban, cuman yang jadi masalah di wilayah sembrang Bangka induk aktivitas jalan terus. Jadi merembet ke Wilayah Bakit, jadi kita juga sudah melapor karena sudah menjamur," ujar Rusli, Selasa (8/6/2021).

Bahkan diungkapkan Rusli pihaknya sempat mendapatkan perlakuan kurang mengenakan, saat dirinya mengecek langsung para penambang di Teluk kelabat dalam.

"Ini menganggu aktivitas nelayan kita, ini makin hari makin banyak. Kita pernah turun ke laut malahan kita dihadang disana, sampai perahu kita ditabrak," katanya.

Dengan kondisi geografis yang juga bersebelahan dengan Kabupaten Bangka, Suharli berharap para penambang dari daerah lain untuk sama-sama tidak melakukan aktivitas penambangan.

Bahkan diketahui berdasarkan peraturan daerah RZWP3K (Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil), untuk perairan teluk kelabat dalam sudah ditetapkan sebagai wilayah zero tambang.

"Saya sempet rapat di kantor Gubernur, tapi sampai hari ini tambang makin marak. Jangan Bangka Barat dihentikan, tapi di Bangka induk jalan terus. Itu dempetan jadi dampaknya sekaligus, kalau dihentikan Bangka Barat akan ada kecemburuan sosial kenapa Bangka bisa jalan tapi Bangka Barat gak bisa," ucapnya.

Sementara itu Camat Parittiga, Madirisa mengungkapkan hal senada terkait keresahan, akibat adanya para penambang yang menganggu aktivitas nelayan khususnya nelayan Desa Bakit.

"Kalau pemerintah tidak mengambil sikap, bisa jadi akan ada bentrok dengan nelayan. Satu-satunya potensi teluk kelabat dalam, ini tempat sumber daya alam dimana banyak terumbu karang. Tapi kalau ini sudah kena tambang ya gimana lagi, ini tinggal hati nurani saja karena teluk kelabat ini jelas zero tambang," kata Madirisa. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved