Breaking News:

Berita Kriminal

Suyatna Sudah Setahun Edarkan Sabu dan Ekstasi, Dulu Pernah Dipenjara Lantaran Narkoba

Tujuh tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi (Ineks) didominasi oleh adalah pengedara sekaligus pemakai barang haram tersebut.

Penulis: Yuranda | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Yuranda
Para tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi saat konferensi pers di halaman Mapolres Pangkalpinang, Selasa (8/6/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tujuh tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi (Ineks) didominasi oleh adalah pengedara sekaligus pemakai barang haram tersebut.

Ketujuh orang tersebut masing-masing bernama, Karnoto alias Toto (24) warga Perumahan Mangkol Asri, Desa Mangkol, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Ovvi Virlian alias Ovi (29) warga Parit Lalang, Ricky Wijyaya alias Ajoy (36) warga jalan Masjid Jamik, Rangkui, Pangkalpinang.

Ervi Candra alias Ervi (30) warga Bukit Sari, Gerungang, Mustar aliaa Bm (43) warga Tanjung, Muntok Bangka Barat dan Hazani alias Olek (25) warga Temberan, Bukitintan, Pangkalpinang, serta Suyatna alias Yayat (49) warga Bukit Sari, Gerunggang, Pangkalpinang.

Saat diamankan Tim Kalong Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang, mereka mengakui pengedar dan pemakai barang itu.

Ketujuh orang ini tidak saling terkait dalam peredaran narkoba. Mereka memiliki jaringan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang, Iptu Astriantomi, setelah konferensi pers di Halaman Mapolres Pangkalpinang, Selasa (8/6/2021).

"Bukan satu jaringan, mereka memutuskan jaringan sejak menerima barang tersebut, sistem mereka gunakan via telpon dan nomor hp sekali pakai, sehingga tidak bisa dihubungi kembali," kata Iptu Astriantomi.

Sementara itu, Ovvi Virlian mengatakan ia sudah lama tidak berkerja, saat ditawarkan untuk menjual narkoba dia tidak menolak lantaran butuh uang untuk menyambung hidup.

Ia juga menyesalkan menjalani pekerjaan sebagai pengedar sabu, dan ia juga merasa kapok menjadi pengedar barang tersebut.

"Saya sudah lama tidak bekerja dan ada tawaran untuk menjual narkoba, saya ambil tawar tersebut, karena perlu uang. Sudah empat kali, mengedar, dan saya sangat menyesalinya," kata Ovi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved