Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

UPDATE: Lima Pegawai Dindukcapil Bangka Tengah Terpapar  Covid-19

Lima Pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bangka Tengah (Bateng)

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com
Pelaksan tugas KAdinkes Bateng Zaitun 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Lima pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Bangka Tengah terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tersebut diketahui setelah satu pegawai di lingkungan Dindukcapil terkonfimasi positif dan dilakukan Penyelidikam Epidemiologi (PE) dan Tracking lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan Bangka Tengah ke pegawai yang kontak erat.

"Awalnya hanya satu orang terkonfirmasi, namun setelah itu kita lakukan PE dan didalami sehingga berkembang kasusnya, sekarang total ada lima dan kemarin sudah kita lakukan PE secara menyeluruh ke pegawai ini melihat tugas mereka dekat dengan pelayanan masyarakat," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bangka Tengah, Zaitun kepada bangkapos.com Selasa (8/6/2021).

Kata Zaitun, dalam pelaksanan PE ini pihaknya pun melibatkan dua tim, yakni bagian pelayanan dan pengendalian penyakit.

Lebih lanjut, setelah dilakukan PE dan Tracing  diketahui lima kasus positif ini tersebar di beberapa bidang, maka pihaknya pun menyarankan untuk melakukan Wrok From Home (WFH), khusus kantor Dindukcapil Bangka Tengah.

"Jadi kita beri peringatan bahwa semua orang di Dindukcapil ini harus mau di PE dan mau diambil tindakan swab ataupun rapid. Di mana dari semua yang kita rapid, kemarin ada satu positif dan ada yang masih menunggu hasil swab, maka kita sarankan pelayanan sementara untuk WFH karena belum tau hasilnya. Sementara rentan waktu gejala ataupun lainnya ini lima hari kedepan, jadi kami meminta kepala dinas Dindukcapil ini, mulai hari ini untuk WFH dan kita juga sudah edarkan suranya ini, sehinga tidak ada layanan langsung tatap muka,"kata Zaitun.

Ia menuturkan, diberlakukannya WFH ini mengingat kasus positif yang ada di Kantor ini tersebar di beberapa bagian dan merupakan kantor yang dekat dengan pelayanan publik sehingga resikonya tinggi.

"Memang untuk WFH ini boleh diterapkan jika  pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ada yang terkonfirmasi positif, misalkan kemarin ada OPD yang pegawainya positif tapi hanya bidang tertentu dan tidak ada kluster di bidang lain, jadi boleh WFH tapi hanya bidang tertentu dan yang kontak erat dengan pasien positif,"jelas Zaitun

"Namun jika sudah menyebar ke bidang lainnya maka kebijalan WFH ini kita terapkan untuk seluruh OPD, seperti Dindukcapil ini,"tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya pun terus gencar melakukan PE dan Tracing jika ditemukan tambahan kasus positif baru.

"Jika memang ada tambahan kasus baru dimanapun, maka kita siapkan petugas untuk segera melakukan PE dan tracing supaya tidak menyebar ke lain,"ujarnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan tidak menganggap remeh penyebaran kasus Covid-19 ini.

"Covid-19 ini ada dan nyata, makanya kita harus tetap waspada, prokes 3 M ini seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sangat penting, karena ini menjadi satu upaya pencegahan yang sampai saat ini kita tekankan," katanya.(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved