Breaking News:

Berita Pangkalpinang

2.491 Pendaftar Hari Kedelapan PPDB Online, Tidak Ada Lagi Sekolah Favorit, Semua Sama

Adapun pendaftaran untuk jenjang SD mulai dari 2-10 Juni 2021, verifikasi 11-14 Juni, pengumuman 26 Juni.

(Ist/Kepala SMA Negeri 1 Lepar Pongok)
Siswa Kelas XII di SMA Negeri 1 Lepar Pongok saat mengikuti ujian sekolah, Senin (22/3/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebutkan, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Pangkalpinang hingga hari ini Rabu (9/6/2021) pukul 08.30 WIB rekapitulasi pendaftar PPDB online sudah 2.491.

Kecamatan Rangkui 451, Kecamatan Girimaya 153, Kecamatan Bukit Intan 414, Kecamatan Gerunggang dan Tamansari 849, Kecamatan Gabek 409, Kecamatan Pangkalbalam 215.

Adapun pendaftaran untuk jenjang SD mulai dari 2-10 Juni 2021, verifikasi 11-14 Juni, pengumuman 26 Juni.

"Sampai sekarang masih terus berjalan pendaftaran online, kita juga sudah bekerja sama dengan Kominfo untuk pengawasan server kita agar tidak eror. Dan Alhamdulillah masih berjalan lancar tidak ada kendala kalau yang tidak bisa online pendaftar langsung ke sekolah sudah selesai dibantu pihak sekolah," ungkap Eddy kepada Bangkapos.com, Rabu (9/6/2021).

Sementara jalur pendaftaran PPDB meliputi zonasi, afirmasi (perpindahan orang tua atau wali), dan prestasi dengan ketentuan. Kuota jalur zonasi Paling sedikit 70% untuk tingkat SD, 50% untuk SMP dari daya tampung sekolah. Jalur afirmasi paling sedikit 15% dari daya tampung. Jalur Perpindahan orang tua paling banyak 5% dari daya tampung.

Eddy menyebutkan, jika para orang tua yang mendaftarkan anaknya mengalami kesulitan atau permasalahan server bisa langsung meminta bantuan ke sekokah yang ditujukan.

"Kalau terjadi kesulitan dengan pendaftaran online itu bisa datang langsung ke sekolah, kita juga sudah instruksikan kepada sekolah untuk melayani masyarakat yang kesulitan daftar. Prinsipnya kita ingin melayani secara makasimal, menjamin anak-anak didik kita bisa terakomodir disatuan pendidikan," jelasnya.

Menurutnya peserta didik dilakukan seleksi pertama tempat tinggal dan prioritaskan mereka yang sudah memasuki umur wajib belajar. Dimana, untuk masuk SD, anak minimal berusia 6 tahun.

"Boleh dibawah 6 tahun harus ada rekomendasi psikolog dan rapat dewan guru untuk mempertimbangkan daya tampung yang masih ada," sebutnya.

Menurutnya, berkaca dari tahun lalu, pihaknya terus mengupayakan yang terbaik hingga tidak terjadi server eror dan penumpukan jumlah pendaftar di satu sekolah.

"Jadi untuk jenjang SD rasionya sudah cukup tinggal kita atur saja, tidak ada lagi sekarang yang namanya sekolah favorit semua sekolah sama, guru sama, fasilitas sekolah sama, jadi tidak lagi terjadi penumpukan di satu sekolah karena sudah berdasarakan zonasi tadi," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved