Breaking News:

Berita Pangkalpinang

260 Ribu Kepala Keluarga di Bangka Belitung Bakal Terima Kartu Kendali Gas Elpiji 3 Kilogram  

Provinsi Bangka Belitung bakal memiliki kartu kendali gas elpiji 3 kilogram. Kartu kendali ini diperuntukan untuk empat kategori

Ist
Tabung gas 3 Kg kosong di Pangkalan Kecamatan Kelapa yang kosong 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Provinsi Bangka Belitung bakal memiliki kartu kendali gas elpiji 3 kilogram. Kartu kendali ini diperuntukan untuk empat kategori, rumah tangga, usaha mikro, kalangan petani dan nelayan sasaran.

Ditargetkan 260 ribu kepala keluarga (KK) akan diberikan terhadap mereka yang berhak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Diketahui program ini dilakukan pemprov untuk pendistribusian gas elpiji biar tetap sasaran.

Kabag SDA BUMD dan Penyertaan Modal, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembanguanan Setda Pemprov Babel, Doni Golput, mengatakan, apabila data penerima gas elpiji 3 kilogram sudah lengkap, kemudian kesiapakan kartu kendali dilakukan dengan target 260 ribu KK.

"Kalau untuk kouta penerima mendapatkan berapa gas nanti fluktuatif, misalnya untuk rumah tangga tangga tiga tabung, tetapi nanti pada saat lauching akan ditetapkan tergantung kebijakan pimpinan,"jelas Doni Golput kepada Bangkapos.com, Rabu (9/6/2021).

Doni menambahkan, berkaita dengan perayaan hari besar yang membuat peningkatan penggunaan gas elpiji nanti juga bakal diatur sebagai upaya, menata kouta dan pendistribusian serta kebutuhan masyarakat.

"Karena dalam peringatan hari besar keagamaan seperti saat Idul fitri banyak diperlukan. Mereka juga tidak mungkin langsung dapat tiga tabung, sehingga perlu pengatutan sesuai kebutuhan,"terangnya.

Selain iti, Doni menjelaskan dalam kartu kendali gas elpiji 3 kilogram nanti tertera nama kepala keluarga dan jumlah kouta untuk dapat mengambil gas elpiji di pangkalan.

"Iya ada nama kepala keluaraga nomor KK nanti berapa koutanya, tergantung kategori sebagai apa, misalnya kategori sebagai rumah tangga koute tertulis rumah tangga tiga tabung. Nantinya di pangkalan membaca menggunakan handphone begitu kartu ditempelkan akan terbaca masih ada kouta dia,"jelasnya.

Kemudian untuk pengisian kouta dapat dilakukan secara kes atau e-money ke pihak pangkalan gas atau lokasi pengisian lain, seperti agen Brilink, Alfamart, Tokopedia dan lainya.

"Misalnya seminggu pemakaian gas untuk rumah tangga ia harus mengambil satu setiap minggu. Ketika mengambil gas saldo yang ada di kartu akan berkurang dengan pembelian gas seharga Rp 15,900, jadi tidak ada lagi harga di atas harga eceran tertinggi (HET),"terangnya.

Doni menjelaskan pendistribusian ini dilakukan dengan sistem terbuka. Sehingga diharapkan tidak ada lagi penyimpangan dalam pendistribusian gas elpiji 3 kilogram.

"Warga juga boleh membeli ke wilayah mana saja misalnya berada di Pangkalanpinang, ia tinggal di Gabek dapat membeli di pangkalan yang ada di Semabung, boleh saja tidak ada pembatasan wilayah kartu kendali berlaku asal ada kouta,"katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved